HomePemerintahan

Proyek Jembatan Tempoak Renok Timbulkan Masalah

Proyek Jembatan Tempoak Renok Timbulkan Masalah

Ketua DPRD Sumbawa Siap Jadi Orang Pertama Divaksin Covid-19
Puluhan Desa akan Gelar Seleksi Tambahan
Pohon Tumbang Ganggu Saluran Irigasi di Sumbawa

SUMBAWA- Progres Pengerjaan Jembatan Tempoak Renok Kecamatan Orong Telu jalan di tempat. Belum ada tanda-tanda jembatan beranggaran miliaran rupiah ini bisa dituntaskan akhir tahun ini. Terlebih sekarang sudah masuk musim penghujan.
Bila jembatan ini gagal tuntas dikerjakan akhir tahun ini, maka akses masyarakat dari dan menuju Orong Telu semakin sulit dan terisolir.
Hal ini disampaikan Tokoh Pemuda Kecamatan Orong Telu Andi Jauhari, kemarin kepada Radar Sumbawa.
Ditegaskan Andi, pengerjaan Jembatan Tempoak Renok terkesan asal-asalan, karena pengawas lapangan yang jarang berada di lokasi pembangunan proyek.
Masyarakat Orong Telu ungkapnya, menuntut agar pihak-pihak terkait seperti dinas PUPR agar segera menyikapi kondisi yang ada. Mengingat jalan tersebut merupakan akses satu satunya menuju Orong Telu.
Pembangunan jembatan yang seharusnya menjadi berkah bagi masyarakat sekarang malah menjadi malapetaka bagi mereka. Karena adanya pembangunan Jembatan tersebut, masyarakat harus naik Rakit agar bisa menyeberangi sungai. Bahkan banyak warga yang menginap di seberang sungai.
“Untuk sekali nyebrang, Rakit harus dibayar dengan harga 50 ribu (khusus sepeda Motor) sementara untuk roda empat tidak memiliki akses sama sekali (lumpuh total),” tandas Andi.

Masalah lain yang timbul akibat itu menurutnya, berdampak pada kebutuhan masyarakat di musim tanam ini menjadi tidak bisa terpenuhi. Pada musim tanam seperti ini, masyarakat seharusnya mengkonsumsi makanan yang bergizi, akan tetapi itu tidak bisa karena terkendala akses transportasi. Sebab bahan lauk pauk bergizi hanya bisa didapatkan melalui mobil Pick up yang berjualan ke wilayah setempat.
“Masyarakat berharap agar dinas PUPR dan BPBD untuk turun tangan dalam menyelesaikan masalah yang ada. Hal ini akan berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat di Kecamatan Orong Telu. Banyak lagi aspek-apek lain yang akan terdampak,” imbuhnya.
Terkait persoalan ini, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa H. Rosihan yang dikonfirmasi kemarin di ruang kerjanya enggan memberikan komentar. Ia menyarankan untuk mengkonfirmasi langsung Kabid Bina Marga Iksan Imanuddin yang juga selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
Sementara itu, Iksan yang dihubungi beberapa kali melalui pesan WA, SMS dan telepon tidak memberikan respon. (IM)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: