HomeKesehatan

Dikes Tingkatkan Sarana Penunjang Layanan TRC Ambulance KSB Maju Kesehatan

Dikes Tingkatkan Sarana Penunjang Layanan TRC Ambulance KSB Maju Kesehatan

Dinas Kesehatan Sumbawa Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Penyerahan Peralatan Posyandu di Desa Sekokat
Dikes Sumbawa Minta Puskesmas Galakkan Sosialisasi Cegah Cacar Monyet
Optimalkan Pelayanan RSUD, Dikes Galang Dukungan Semua Pihak

Sumbawa Barat (9 Juli 2026) – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat terus-menerus meningkatkan sarana dan prasarana penunjang layanan program KSB Maju Kesehatan. Program unggulan daerah ini menyediakan layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) ambulans yang bertugas mengantar dan menjemput pasien, baik dari rumah ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas maupun Rumah Sakit di wilayah Sumbawa Barat. Layanan ini sangat membantu dan mempermudah masyarakat dalam memperoleh pengobatan serta penanganan medis oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan yang telah terlatih dalam penanganan kondisi darurat di lapangan.
Kepala Dinas Kesehatan, melalui Kepala Bidang Pelayanan Mutu dan Sumber Daya Kesehatan, Ns. Indra Alamsyah, menyampaikan kepada wartawan bahwa seiring dengan meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap layanan KSB Maju Kesehatan, Dinas Kesehatan terus memetakan kebutuhan pengobatan pasien. Hal ini mencakup kebutuhan akan obat-obatan untuk kelancaran operasional TRC Ambulance. Kebutuhan obat-obatan yang harus dipenuhi disesuaikan dengan tren jenis penyakit yang ada di tengah masyarakat.
“Dalam memenuhi stok jenis-jenis obat-obatan, kami menyesuaikannya dengan jenis penyakit yang banyak ditemukan di masyarakat. Berdasarkan data kunjungan atau layanan pasien pada tahun 2025 lalu, terdapat beberapa jenis penyakit yang stok obatnya harus selalu tersedia,” ujarnya.
Dengan upaya yang dilakukan ini, diharapkan layanan TRC Ambulance KSB Maju Kesehatan akan selalu memiliki ketersediaan obat-obatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
Selain kebutuhan stok obat-obatan jenis tertentu yang disediakan, layanan TRC Ambulance perlu ditingkatkan. Sebab sejauh ini, angka layanan cukup tinggi. Armada TRC Ambulans yang tersedia saat ini, sekitar sepuluh unit tersebar di semua Puskesmas, memiliki intensitas antar jemput pasien yang cukup tinggi. Hal ini mengakibatkan terjadinya antrean dalam memberikan pelayanan saat dibutuhkan atau dipanggil oleh masyarakat atau keluarga pasien yang memerlukan penanganan medis di rumah maupun rujukan ke fasilitas kesehatan.
. Untuk mengantisipasi antrean layanan TRC Ambulans, Dinas Kesehatan mengusulkan pengadaan TRC Ambulans roda dua. Rencananya, ambulans ini akan ditempatkan di Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu), terutama Pustu yang lokasinya cukup jauh dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Apabila TRC Ambulans roda empat terlambat tiba di lokasi pasien, TRC Ambulans roda dua akan terlebih dahulu mendatangi alamat pasien untuk memberikan penanganan medis dan observasi awal. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah pasien dapat ditangani di rumah atau perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas atau Rumah Sakit yang tersedia di KSB.
Penempatan TRC Ambulans roda dua, yang diusulkan melalui APBD Perubahan tahun 2026, tidak akan dilakukan di semua Pustu. Penempatan akan disesuaikan dengan kondisi geografis dan jarak Pustu dari Puskesmas atau Rumah Sakit yang ada saat ini.
Berdasarkan pemetaan, wilayah dikategorikan sebagai berikut: wilayah dengan jarak di bawah 10 kilometer dikategorikan dekat, wilayah dengan jarak 10 hingga 20 kilometer dikategorikan sedang, dan wilayah dengan jarak di atas 20 kilometer dikategorikan jauh. Wilayah yang jauh akan diprioritaskan untuk mendapatkan akses layanan yang lebih cepat.
Terkait kesiapan tenaga untuk TRC Ambulans roda dua, tidak ada kendala. Sebab, setiap Pustu di semua desa telah dilengkapi dengan tenaga kesehatan bidan dan perawat yang siaga 24 jam setiap hari kerja. (IM/*)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: