HomeSumbawa

MBG Perdana Didistribusi, 1.149 Anak di Lenangguar Terlayani dengan Baik

MBG Perdana Didistribusi, 1.149 Anak di Lenangguar Terlayani  dengan Baik

DPC FORSA Kabupaten Sumbawa Resmi Dilantik, Begini Pesan Vicky Irama
Jadwal Pemadaman Listrik, Kamis 14 Oktober 2021
Preteli Motor Curian, Pria Ini Diamankan Personel Polsek Moyo Hilir

SUMBAWA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Lenangguar yang dikelola Yayasan Hidayatul Qur’an Samawa resmi mulai didistribusikan, Senin (18/5). Pada tahap perdana ini, sebanyak 1.149 anak dari tingkat PAUD/TK hingga SD mulai menerima layanan MBG. Pendistribusian tersebar di wilayah Lamurung, Ledang, Tatebal, Rate, dan Lenangguar.

Sementara itu, untuk pelajar SMP, SMA, serta ibu hamil dijadwalkan akan menyusul pada tahap berikutnya. Secara keseluruhan, SPPG Lenangguar nantinya menargetkan melayani sebanyak 2.627 penerima manfaat.

Mitra SPPG Lenangguar, H. Jati Siswanto, mengaku terharu melihat program MBG akhirnya mulai berjalan di Kecamatan Lenangguar. Ia bahkan turun langsung melakukan pengecekan proses pendistribusian di lapangan.

“Setelah saya cek langsung pendistribusian tadi, saya sangat terharu, merinding dan bersyukur karena MBG di Kecamatan Lenangguar akhirnya sudah berjalan,” ujarnya.

H. Jati menegaskan bahwa program tersebut dijalankan dengan orientasi sosial demi membantu masyarakat dan meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak.

“Ini sosial oriented. Intinya saya puas sekali karena MBG di Kecamatan Lenangguar sudah berjalan,” katanya.

Dari pantauan di lapangan di hari pertama pendistribusian, para siswa penerima manfaat sangat senang mendapat pembagian nasi gratis. Menunya juga terlihat cukup memuaakan. Selain nasi dan daging, ada juga sayuran. Tidak ketinggalan satu buah jeruk manis.

Dalam memenuhi kebutuhan operasional dapur, saat ini SPPG Lenangguar telah bekerja sama dengan 15 supplier lokal yang berasal dari Kecamatan Lenangguar. Ke depan, jumlah supplier akan terus ditambah agar seluruh potensi sumber daya lokal dapat dimanfaatkan.

“Semua sumber daya lokal akan dimanfaatkan,” tegasnya.

Selain itu, jumlah relawan yang dilibatkan di dapur SPPG juga melebihi ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Jika aturan hanya sebanyak 47 relawan, H. Jati menambah satu orang lagi dengan biaya pribadi sehingga total menjadi 48 relawan.

Di sisi lain, H. Jati juga menaruh perhatian terhadap warga Lenangguar yang sebelumnya mengalami kecelakaan kerja saat mengerjakan dapur SPPG. Meski korban disebut bukan pekerja di SPPG miliknya, ia mengaku prihatin dan telah membantu meringankan biaya pengobatan korban.

Bahkan, H. Jati berkomitmen akan mempekerjakan korban tersebut di SPPG miliknya setelah kondisi kesehatannya membaik. Meskipun saat ini korban mengalami cacat permanen akibat kecelakaan tersebut. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: