HomeArtikel

“Lilly Kedai: Bukti Nyata Semangat UMKM Lokal yang Tak Gentar Hadapi Tantangan”

“Lilly Kedai: Bukti Nyata Semangat UMKM Lokal yang Tak Gentar Hadapi  Tantangan”

EKONOMI KOPERASI DAN ORGANISASI KOPERASI “STUDI KASUS DI KEDAI KEDIRI”
PERMASALAHAN DAN UPAYA PENGEMBANGAN UMKM

Di tengah gempuran ekonomi digital dan dominasi usaha-usaha besar, kisah Lilly Kedai yang berdiri di kawasan Samota, Sumbawa Besar, menjadi angin segar sekaligus inspirasi tentang kekuatan UMKM lokal. Berdiri sejak tahun 2021, kedai
sederhana ini berhasil menarik perhatian publik berkat inovasi menu khasnya Mie Setan yang disukai berbagai kalangan, terutama anak muda pencinta pedas.

Lilly Kedai bukan sekadar tempat makan biasa. Di balik dapurnya, ada
sosok tangguh bernama Kak Uly yang menjalankan usaha ini tanpa modal
pinjaman, tanpa investor besar, hanya bermodalkan tekad, tabungan pribadi, dan disiplin pengelolaan keuangan yang luar biasa. Di saat banyak pelaku UMKM kesulitan memisahkan antara uang pribadi dan uang usaha, Kak Uly justru menjadikan itu sebagai prinsip utama dalam berbisnis. Hasilnya?

Empat tahun berjalan, Lilly Kedai tetap eksis, bahkan tumbuh stabil.
Apa yang membuat usaha ini menarik bukan hanya dari menu yang ditawarkan, tetapi dari cerita perjuangan di baliknya. Dalam kondisi cuaca buruk atau hari-hari sepi, omzet bisa turun drastis. Tapi itu tidak membuat Kak Uly patah
semangat. Bersama pasangannya, ia tetap menjaga kualitas layanan,
mempertahankan cita rasa, dan terus mencari celah agar usahanya bertahan.

Kita sering mendengar jargon “UMKM adalah tulang punggung ekonomi
Indonesia”. Namun, Lilly Kedai membuktikan bahwa jargon itu bukan sekadar slogan. Ia hadir sebagai wajah nyata dari UMKM yang bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi mikro yang mandiri. Dalam skala kecil, kedai ini menunjukkan bahwa dengan kreativitas, kerja keras, dan manajemen yang tertib, usaha rumahan pun bisa memberikan dampak besar.

Dalam era serba digital, tentu saja tantangan ke depan tidak mudah.
Ketergantungan pada cuaca, jam operasional terbatas, hingga belum optimalnya pemanfaatan platform digital adalah beberapa hal yang perlu dibenahi. Namun harapan besar pun terbentang. Kak Uly sendiri memimpikan membuka cabang baru
di wilayah Sumbawa lainnya. Jika didukung dengan pelatihan bisnis, akses permodalan yang sehat, dan digitalisasi pemasaran, mimpi itu bukan mustahil untuk terwujud.

Lilly Kedai adalah contoh bahwa UMKM bukan bisnis ecek-ecek. Justru di tangan orang yang tepat, usaha kecil bisa menjadi pondasi kuat pembangunan ekonomi lokal. Makalah yang ditulis oleh mahasiswa Universitas Teknologi
Sumbawa ini mengangkat cerita yang membumi, inspiratif, dan layak untuk dibaca lebih luas, bukan hanya oleh kalangan akademisi tapi juga oleh pembuat kebijakan dan masyarakat umum. Karena dari warung kecil seperti Lilly Kedai, harapan besar untuk ekonomi kerakyatan itu bertumbuh.

NARASUMBER
Nama: Ajeng Rizki Putri Anjani atau Biasa di Panggil Kak Uly
Peran: Pelaku UMKM, Pemilik Lilly Kedai
Lokasi Usaha: Kawasan Samota (sore – malam), Kota Sumbawa Besar
Jenis Usaha: UMKM Kuliner
Dosen Pengampuh:
Abdul Salam, M.M.

Penulis:
Kelas MJ23A Kelompok 3
1. Vuan Putri Surgani (231009008)
2. Alifyah Fajria Anugrah (231009041)
3. Rahma Sarita (231009009)
4. Andi Damar Mapaysing (231009065)
5. Tommy Gunawan (231009057)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: