SUMBAWA (17 Juli 2025) – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menanggapi pandangan Fraksi PDI Perjuangan terkait kinerja anggaran daerah dalam Rapat Paripurna DPRD Sumbawa.
Menjawab sorotan soal Pendapatan Asli Daerah (PAD), Wabup menyampaikan bahwa hal itu telah dijawab dalam tanggapan terhadap Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Terkait realisasi belanja daerah, Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengakui bahwa serapan belanja modal belum optimal, yakni baru mencapai 91,42%. Selain itu, realisasi belanja tidak terduga juga dinilai rendah, hanya sebesar 41,69%.
“Hal ini menjadi perhatian serius bagi kami. Pemerintah daerah akan terus memperbaiki perencanaan kegiatan sejak tahap awal agar lebih presisi,” ujar Wabup Ansori. Ia menambahkan, Pemda akan mempercepat proses pengadaan serta pelaksanaan proyek fisik agar belanja modal bisa terealisasi lebih maksimal.
Pemda Sumbawa juga berkomitmen memperkuat sistem monitoring dan evaluasi lintas perangkat daerah. Langkah ini diambil guna memastikan proyek-proyek strategis berjalan sesuai jadwal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menanggapi sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) yang dinilai cukup besar, Wabup Ansori menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap program-program yang tidak terserap.
“Kami akan mengidentifikasi hambatan administratif maupun teknis, serta menyempurnakan manajemen pelaksanaan anggaran agar lebih efisien dan tepat sasaran ke depan,” tambahnya. (IM)


COMMENTS