SUMBAWA (7 Juli 2025) — Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang masih terus terjadi, meskipun saat ini sedang memasuki musim kemarau. Imbauan ini disampaikan menyusul peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kondisi atmosfer yang tidak stabil di sejumlah wilayah, termasuk Sumbawa.
BMKG mencatat bahwa cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan lebat, hingga gelombang laut tinggi masih berpotensi terjadi. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu aktivitas transportasi darat, laut, dan udara—terutama di masa liburan seperti sekarang.
BMKG menjelaskan, sejumlah faktor atmosfer menjadi penyebab masih terjadinya cuaca ekstrem di musim kemarau. Anatara lain, Monsun Australia yang masih lemah, membuat aliran udara kering tidak dominan. Suhu permukaan laut yang hangat memicu pertumbuhan awan hujan. Aktivitas atmosfer seperti Gelombang Rossby dan Kelvin yang meningkatkan ketidakstabilan cuaca.
Karenanya, Pemerintah daerah menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi seperti aplikasi infoBMKG, situs www.bmkg.go.id, dan akun media sosial @infoBMKG. Mengutamakan keselamatan, terutama bagi masyarakat yang berencana bepergian atau beraktivitas di luar ruangan.
Khusus bagi nelayan, operator kapal, serta pengguna transportasi udara dan darat, Pemkab menegaskan pentingnya memperhatikan peringatan dini dari pihak berwenang sebelum melakukan perjalanan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk waspada dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Keselamatan adalah yang utama,” ujar perwakilan dari PPID Kabupaten Sumbawa.
Dengan kondisi cuaca yang dinamis dan sulit diprediksi, masyarakat diharapkan tidak lengah dan terus mengikuti perkembangan informasi resmi. (IM)


COMMENTS