SUMBAWA (1 Mei 2025) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung kesejahteraan petani dengan melakukan langkah cepat menyelesaikan kendala penyimpanan hasil panen. Hal ini terungkap saat Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog di Kecamatan Lopok, Rabu (30/4/2025).
Dalam sidak tersebut, Wabup Ansori menemukan bahwa gudang Bulog sudah penuh kapasitas dan belum tersedia ruang tambahan untuk menampung gabah petani yang akan segera panen. Kondisi ini berisiko menghambat penyerapan gabah di tingkat petani sehingga dapat menurunkan harga jual hasil panen.
Menanggapi hal ini, Wabup Ansori bergerak cepat dengan mengadakan negosiasi langsung kepada pihak swasta, PT BASA, pemilik salah satu gudang terbesar di Kecamatan Lopok. Awalnya, PT BASA enggan menyewakan gudangnya kepada Bulog karena kekhawatiran aktivitas penggilingan padi perusahaan akan terganggu dan mempertimbangkan nasib 35 karyawan tetapnya.
Namun, dalam dialog yang berlangsung terbuka, Wabup menjelaskan urgensi kerjasama lintas sektor demi menyelamatkan harga gabah petani. “Bagaimana kalau gudang PT BASA disewakan separuh saja untuk Bulog? Kalau tidak, petani kita bisa menjerit karena panen tidak terserap dan harga jatuh di bawah HPP. Ini soal keberlangsungan hidup petani kita,” tegas Wabup.
Usulan tersebut akhirnya diterima oleh manajemen PT BASA yang bersedia menyewakan sebagian gudangnya dengan kapasitas mencapai 7.000 ton. Keputusan ini disambut positif oleh Wabup Ansori yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk sinergi yang nyata antara sektor pemerintah dan swasta dalam mendukung program pertanian strategis.
“Inilah bentuk sinergi nyata. Ketika dunia usaha dan pemerintah bisa duduk bersama, maka kebijakan untuk rakyat bisa cepat dijalankan. Kita tidak bisa bekerja sendiri,” kata Wabup.
Selain itu, Wabup juga menyoroti pentingnya penguatan sistem informasi terkait ketersediaan ruang penyimpanan di gudang-gudang, terutama gudang jagung, untuk mengantisipasi masalah logistik saat musim panen berikutnya. Ia mengimbau semua pihak, termasuk Bulog, pelaku usaha, dan dinas teknis, untuk saling berbagi data secara transparan dan terkini.
“Kami minta semua pihak, baik Bulog, pelaku usaha, dan dinas teknis, saling berbagi data terkini. Pemerintah tidak bisa ambil kebijakan jika informasi soal kondisi gudang tidak mengalir. Ini bukan semata soal logistik, tapi menyangkut kepentingan petani dan ketahanan pangan daerah kita,” ujarnya.
Langkah sigap ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menghadirkan solusi nyata di lapangan, menjaga stabilitas harga, dan memastikan keberlangsungan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. (IM)


COMMENTS