HomePemerintahan

Ini Poin Rekomendasi Rakerda MUI NTB 2024

Ini Poin Rekomendasi Rakerda MUI NTB 2024

Perkuat Syiar Ekonomi Syariah di Tataran Desa, MUI Sumbawa Bangun Kolaborasi dengan Stakeholder Terkait
MUI Sumbawa Beri Pelatihan Imam Masjid Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Sumbawa
Miras Masih Beredar di Cafe dan Room, MUI Nilai Pemda Ingkar Janji

LOMBOK UTARA- Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2024 telah berlangsung sukses di Kabupaten Lombok Utara pada tanggal 26 – 28 Juli 2024. Dalam acara tersebut, dengan tema “Meneguhkan Peran dan Fungsi Majelis Ulama Indonesia Dalam Pengkhidmatan Ummat Li Izzul Islam Wal Muslimin”, MUI NTB menyampaikan berbagai rekomendasi penting.

Ketua MUI Kabupaten Sumbawa, Ustadz Dea Guru Syukri Rahmat SAg.M.M.Inov, menjelaskan bahwa Rakerda tahun ini menghasilkan serangkaian rekomendasi yang mendalam dan kritis terkait kehidupan keagamaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan. Salah satu poin utama yang diusulkan adalah penegakan hukum yang lebih adil dan transparan, serta dukungan terhadap ekonomi syariah dan kebijakan lingkungan yang lebih ketat.

MUI juga mendorong penguatan pendidikan agama Islam melalui penambahan jam pelajaran dan meminta perhatian khusus dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (MENDIKBUD) untuk melindungi pendidikan agama dari pengaruh budaya Barat. Selain itu, mereka menyerukan kepada masyarakat dan ormas Islam untuk bersatu menghadapi tantangan pemikiran sesat dan upaya penyesatan yang mengancam umat.

Dalam konteks ekonomi, MUI NTB mendorong pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada pinjaman luar negeri dan mengarahkan investasi pada sektor ekonomi produktif yang berbasis syariah. Mereka juga menekankan pentingnya sertifikasi halal untuk produk domestik dan impor guna memperkuat daya saing di pasar global.

Dengan demikian, rekomendasi Rakerda MUI NTB 2024 tidak hanya menyoroti isu-isu krusial dalam kehidupan umat, tetapi juga menawarkan solusi konkret untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan kemasyarakatan di Nusa Tenggara Barat.(IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: