MATARAM— Ikatan Notaris Indonesia (INI) Sumbawa dan Sumbawa Barat dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Pengurus Daerah Sumbawa dan Sumbawa Barat menggelar workshop. Kegiatan yang dibuka Wagub oleh NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri itu mengangkat tema “Pengelolaan Perusahaan yang Baik Dimulai dari Laporan yang Tepat”. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Senin (6/7), diikuti 175 notaris dan PPAT dari seluruh Nusa Tenggara Barat.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTB mengapresiasi terselenggaranya workshop tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kenotariatan dan pertanahan. Menurutnya, notaris dan PPAT memiliki peran strategis dalam memberikan kepastian hukum, mendukung iklim investasi, serta mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik melalui administrasi hukum yang tertib dan akuntabel.
Wagub berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar para notaris dan PPAT mampu mengikuti perkembangan regulasi, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan hukum yang berkualitas kepada masyarakat dan dunia usaha.

Workshop diselenggarakan oleh Pengda INI dan IPPAT Sumbawa serta Sumbawa Barat. Ketua Pengda INI Sumbawa dan Sumbawa Barat, Mahkamah Iqbal Perdana Putra, SH., M.Kn., bersama Ketua Pengda IPPAT Sumbawa dan Sumbawa Barat, Iden Yustitia, SH., M.Kn., hadir memimpin kegiatan tersebut.
Acara dipandu oleh MC Notaris Kandidat Doktor Rifky Anwar, SH., M.Kn., dan Notaris Doktor Rizky Yuniansari, SH., M.Kn. Sementara materi disampaikan Notaris Kota Tangerang Ni Putu Nena BP Rachmadi, SH., M.Kn., dengan moderator Notaris Fauziah, SH., M.Kn. Kegiatan mendapat dukungan dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Yayasan Wings Peduli, dan PT Crustacea Hasil Budidaya.
Ketua Pengda INI Sumbawa dan Sumbawa Barat, Mahkamah Iqbal Perdana Putra, mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari ikhtiar organisasi dalam meningkatkan kapasitas dan pemahaman anggota, khususnya terkait pengelolaan badan usaha dan kepatuhan pelaporan perusahaan.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana memperdalam pemahaman mengenai tata cara dan persyaratan pembuatan Akta RUPS maupun Keputusan Para Pemegang Saham dalam rangka pelaporan tahunan Perseroan Terbatas, termasuk mekanisme pendaftarannya kepada Kementerian Hukum.
Ia mengingatkan, Perseroan Terbatas yang tidak tertib menyampaikan laporan tahunan berpotensi menghadapi berbagai kendala, mulai dari perubahan data perseroan, pengurusan perizinan berusaha melalui OSS, urusan perpajakan, perbankan, hingga kebutuhan administrasi hukum lainnya.

“Melalui workshop ini kami berharap peserta tidak hanya memperoleh tambahan ilmu, tetapi juga memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan semangat pengabdian profesi. INI dan IPPAT memiliki ruang kerja yang saling berkaitan sehingga sinergi yang baik akan memberikan manfaat besar bagi anggota maupun masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Kandidat Doktor Kunti Tri Pertiwi, SH., M.Kn., menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan bimbingan teknis tersebut. Ia menegaskan kegiatan dilaksanakan dengan penuh ketulusan demi meningkatkan kualitas dan kemajuan profesi notaris serta PPAT di Nusa Tenggara Barat.
“Kami sangat bersyukur karena kegiatan ini berjalan lancar dan mendapat antusiasme luar biasa dari peserta. Sejak awal hingga akhir sesi, diskusi berlangsung sangat hidup. Bahkan narasumber mengaku terkesan dengan semangat para peserta. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh anggota INI dan IPPAT,” ungkapnya. (IM)


COMMENTS