SUMBAWA (10 Oktober 2025) — Ketika sebagian orang memandang tambang hanya dari sisi produksi dan lingkungan, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) melihatnya lebih luas. Tambang harus meninggalkan warisan yang hidup. Manusia-manusia unggul yang menjadi penjaga keberlanjutan di masa depan.
Melalui Program Beasiswa AMMAN Scholars, AMMAN tidak hanya menambang mineral dari bumi Sumbawa. Tetapi juga menambang potensi dari anak-anak muda daerah.
Pendidikan Sebagai Pilar Keberlanjutan
AMMAN percaya bahwa keberlanjutan tambang tidak hanya diukur dari efisiensi energi atau pengelolaan limbah, tetapi juga dari kemampuan masyarakat lokal untuk tumbuh dan mengambil peran dalam rantai industri.
“Bagi kami, pembangunan berkelanjutan dimulai dari pendidikan. SDM lokal harus disiapkan agar bisa menjadi bagian dari transformasi tambang yang hijau dan efisien,” ujar Aji Suryanto, Senior Manager Social Impact AMMAN.
Pada tahun 2025 ini, dari total 470 pendaftar yang berasal dari Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat, hanya 46 pelajar yang lolos seleksi. Tujuh di antaranya berasal dari Kabupaten Sumbawa. Mereka kini menjadi bagian dari wajah baru dari mimpi besar itu. Menembus seleksi ketat beasiswa SMK Unggulan AMMAN 2025, menyisihkan ratusan pelamar dari dua kabupaten.
Program AMMAN Scholars menanggung seluruh biaya pendidikan selama tiga tahun. Termasuk asrama, makan, uang saku, hingga kunjungan tahunan orang tua. Para penerima beasiswa kini tersebar di enam SMK unggulan di Pulau Jawa, dengan jurusan relevan. Seperti teknik alat berat, komputer jaringan, hingga tata kecantikan dan spa.
Kisah dari Tiga Penjuru Sumbawa
Bagi Sri Siswati Yanuarsih, PNS di Dinas Kesehatan Sumbawa yang tinggal di Kelurahan Lempeh, keberhasilan putranya Khaisan Adji Widiatmoko diterima di SMK PGRI 2 Ponorogo jurusan Teknik Alat Berat adalah anugerah besar.
“Program ini luar biasa. Terima kasih kepada AMMAN yang sudah memfasilitasi semuanya, termasuk asrama dan uang saku. Ini investasi besar untuk masa depan anak-anak kami,” katanya yang kebetulan tengah berada di Ponorogo ketika di hubungi wartawan www.intanmedia.com, Jumat (10/10) pagi.
Dari Buer, Yuliani, ibu dari Muhammad Imhtihan Ramadhan, masih terus menahan rindu. Dia kini jauh dari putranya. Karena tengah menempuh Pendidikan di SMK NU Ma’arif Kudus jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.
“Sebelumnya, dia sekolah di SMK Alas. Sebenarnya tahun ini dia sudah kelas 2. Tapi rela mulai dari nol demi program ini. Katanya ingin nanti bisa kerja di AMMAN,” tutur Yuliani haru.
Sementara dari Alas, Anida Safitri Hidayat, lulusan MTsN 3 Sumbawa, memilih jurusan Kecantikan dan Spa di SMK PGRI 1 Kudus. Ibunya, Erni Suryani, S.Pd, melihat keputusan putrinya sebagai bentuk kemandirian.
“Dia ingin punya keterampilan yang bisa jadi bekal hidup. Program AMMAN ini sangat membuka jalan,” kata Erni.

Para siswa didampingi orang tuanya yang berhasil lolos seleksi program AMMAN Scholars foto bersama bupati Sumbawa di kantor Bupati sesaat sebelum pelepasan keberangkatan ke sekolah masing-masing
Menyiapkan SDM untuk Era Tambang Hijau dan Blok Elang
Program AMMAN Scholars bukan semata CSR. Ini bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang tertuang dalam pilar Human Capital Development bersama pilar ekonomi, lingkungan, dan sosial.
“Seiring transformasi AMMAN menuju operasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, kami juga menyiapkan SDM lokal agar mereka bisa menjadi bagian dari perubahan itu,” lanjut Aji.
Langkah ini juga menjadi pondasi penting menuju fase eksploitasi baru di Blok Elang, yang akan menjadi masa depan operasi tambang setelah Batu Hijau.
Dengan cadangan sumber daya besar dan teknologi yang kian maju, AMMAN ingin memastikan masyarakat lokal siap menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton, dalam era baru pertambangan hijau di Sumbawa.
Sejak 2021 hingga 2025, AMMAN telah mendukung 239 siswa dari Sumbawa dan Sumbawa Barat untuk menempuh pendidikan di SMK unggulan. Dua angkatan pertama telah lulus dan sebagian besar kini bekerja di sektor industri, termasuk yang bermitra dengan AMMAN.
Selain itu, pelatihan non-formal telah menjangkau lebih dari 830 siswa, bekerja sama dengan lembaga seperti PINTAR dan United Tractors, memperluas akses keterampilan di luar pendidikan formal.
Dukungan Pemerintah dan Harapan Daerah
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menyebut program ini sebagai langkah konkret dalam memastikan tambang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
“AMMAN tidak hanya mengambil hasil bumi, tapi juga menanam masa depan manusia. Ini bukti nyata praktik tambang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara Ketua DPRD Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov, menilai program ini sebagai jembatan penting antara dunia industri dan pendidikan vokasi.
“Dengan membangun SDM lokal, AMMAN menyiapkan generasi penerus yang bisa melanjutkan estafet pembangunan di sektor tambang,” katanya kepada wartawan www.intanmedia.com, Jumat (10/10).
Apresiasi terhadap program ini juga datang dari dewan pendidikan Kabupaten Sumbawa. Sebuah lembaga nonformal yang berperan aktif sebagai penghubung antara masyarakat dan institusi pendidikan formal. Terutama dalam memberikan masukan atau terlibat dalam pengambilan kebijakan dunia pendidikan.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa, Jamhur Husain memberikan apresiasi tinggi terhadap program Amman Scholars yang digagas oleh AMMAN. Menurutnya, program tersebut menunjukkan kepedulian nyata dunia industri terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Program Amman Scholars ini sangat strategis. Ini bukan sekadar beasiswa, tapi investasi jangka panjang untuk membangun SDM lokal yang unggul dan siap menghadapi tantangan global,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan dunia industri seperti AMMAN dalam bidang pendidikan sejalan dengan semangat link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Melalui program ini, para penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu akademik, tetapi juga pengalaman dan jaringan yang relevan dengan kebutuhan sektor industri. Khususnya pertambangan berkelanjutan.
“Ke depan, kami berharap program seperti ini terus diperluas,” tambahnya.
Dewan Pendidikan juga menilai, langkah AMMAN tersebut dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain agar turut berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia lokal. Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.
Menambang Harapan, Menumbuhkan Masa Depan
Kini, di berbagai SMK unggulan di Pulau Jawa, anak-anak muda asal Sumbawa itu sedang belajar serius menambang ilmu, keterampilan, dan pengalaman. Mereka adalah simbol nyata bahwa keberlanjutan tambang tidak berhenti di batas pit atau smelter, tapi berlanjut dalam pemberdayaan manusia dan pengetahuan.
Lewat AMMAN Scholars, tambang Batu Hijau dan kelak Blok Elang tidak hanya meninggalkan lubang di bumi. Tapi juga jejak harapan di hati generasi muda Sumbawa. Generasi yang kelak akan menjaga agar bumi tetap lestari, dan tambang tetap memberi arti. (IM)


COMMENTS