HomePemerintahan

Sumbawa Raih Anggaran IJD Tertinggi di NTB, Rp320 Miliar untuk Konektivitas Selatan

Sumbawa Raih Anggaran IJD Tertinggi di NTB, Rp320 Miliar untuk Konektivitas Selatan

Datangi BPPW NTB, Bupati Audiensi Bahas Kelanjutan Spam Semongkat hingga TPST Raberas
Bupati Serahkan Bantuan Ambulance untuk Desa Senawang
Tersisa Tiga Desa, Penyaluran Bantuan Pangan Tahap I Tuntas Pekan Ini

SUMBAWA BESAR, (11 Juli 2025) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa akhirnya mengamankan alokasi anggaran sebesar Rp 320 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan daerah (IJD) melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025. Anggaran ini menjadikan Sumbawa sebagai daerah penerima tertinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk program tersebut.

“Alhamdulillah, total anggaran yang dialokasikan untuk Sumbawa mencapai hampir Rp320 miliar. Ini sudah ditetapkan dalam Inpres Nomor 11 Tahun 2025 tertanggal 23 Juni 2025,” ungkap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya ST., MT di ruang kerjanya, Kamis, 10 Juli 2025.

Ia merinci, alokasi anggaran tersebut dialokasikan untuk ruas jalan Batu Dulang–Tepal sekitar Rp 78 miliar, Tepal–Batu Rotok Rp 205 miliar dan Lenangguar–Teladan Rp 29-an miliar, yang bila dijumlahkan totalnya mencapai Rp 320 miliar.

Suharmaji menjelaskan bahwa sebelumnya, Kabupaten Sumbawa sempat kehilangan alokasi dalam Inpres Jalan Daerah Nomor 1 Tahun 2025, meskipun empat ruas jalan telah diajukan sejak akhir 2024. Namun, keberuntungan berpihak kembali melalui terbitnya Inpres Nomor 11 Tahun 2025.

Saat ini, Pemkab Sumbawa tengah melakukan pengumpulan dan pengunggahan data melalui Sistem Informasi Penanganan Jalan Daerah (SIDIA). Seluruh data, termasuk Readiness Criteria (RC) yang telah disiapkan sejak 2024, tengah diverifikasi oleh Balai Jalan. “Verifikasi akan berlangsung mulai tanggal 12 sampai 17 Juli di Bali. Kami optimis, RC kita sudah lengkap dan memenuhi syarat,” katanya.

Rencananya pembangunan untuk tiga ruas jalan (Batu Dulang-Tepal, Tepal-Batu Rotok dan Lenangguar-Teladan), lanjut Suharmaji, akan dilaksanakan Agustus 2025. Terkait pelaksanaan fisik proyeknya, Suharmaji berharap masyarakat turut berpartisipasi dalam bentuk penghibahan lahan, seperti yang telah dilakukan pada proyek tahun 2022 dan 2023 di Batu Dulang-Tepal, dan Lenangguar—Teladan.

“Ini menjadi bagian penting untuk percepatan pembangunan. Tanpa dukungan masyarakat, kita akan kesulitan mengeksekusi proyek dalam waktu yang singkat,” pungkasnya. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: