SUMBAWA (28 Juli 2025) — Pemerintah Kabupaten Sumbawa memastikan bahwa rencana relokasi rusa dari halaman Pendopo Bupati ke Pulau Moyo akan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, serta memperhatikan aspek kesejahteraan hewan. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, dalam paripurna DPRD Sumbawa beberapa waktu lalu.
Menurut Wabup relokasi ini bukan dilakukan secara sembarangan. Pemerintah daerah telah menyiapkan skema yang terencana untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan rusa yang selama ini menjadi bagian dari lanskap Pendopo Bupati.
“Pemindahan rusa ke Pulau Moyo akan kami lakukan dengan memperhatikan seluruh aspek teknis, termasuk membangun kandang habituasi terlebih dahulu. Ini penting agar rusa dapat beradaptasi secara bertahap dengan lingkungan barunya,” ujar Wakil Bupati Ansori.
Ia menambahkan, rusa tidak akan langsung dilepaskan ke alam bebas. Hal ini dilakukan untuk mencegah stres pada hewan serta memastikan mereka terbiasa terlebih dahulu dengan habitat barunya yang lebih alami. Selain itu, lokasi pelepasan juga dipastikan aman dari potensi perburuan liar.
“Kami juga akan memastikan bahwa lokasi relokasi jauh dari risiko gangguan manusia maupun ancaman pemburu liar. Kesejahteraan hewan menjadi prioritas kami dalam proses ini,” tegasnya.
Relokasi rusa ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengelola ruang terbuka hijau secara lebih efektif, serta mendukung pengembangan pariwisata berbasis konservasi di Pulau Moyo. Pulau tersebut dikenal sebagai kawasan konservasi dan ekowisata yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi.
Pemerintah daerah bekerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk dinas terkait dan para ahli satwa, untuk menjamin kelancaran proses relokasi ini. Dengan langkah yang hati-hati, Pemkab Sumbawa berharap keberadaan rusa di Pulau Moyo dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus tetap menjaga keseimbangan ekosistem. (IM)


COMMENTS