SUMBAWA (15 Juli 2025)— Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi Jembatan Cinta di Kecamatan Alas. Hingga kini belum tertangani secara tuntas. Hal itu disampaikan oleh juru bicara Fraksi PAN, Marliaten, dalam rapat paripurna DPRD Sumbawa, Senin (14/7), dengan agenda pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024.
Jembatan Cinta yang menghubungkan Desa Kalimango dan Desa Luar itu mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang pada Februari 2022. Namun sampai saat ini, belum ada langkah konkret untuk membangunnya kembali secara permanen.
“Jembatan ini bukan hanya penghubung antarwilayah, tapi juga akses vital masyarakat. Termasuk anak-anak yang harus menyeberangi sungai setiap hari untuk sekolah,” ujar Marliaten.
Fraksi PAN menerima banyak aspirasi dari warga sekitar yang mengeluhkan lambatnya penanganan. Menurutnya, kerusakan jembatan telah mengganggu mobilitas dan membahayakan keselamatan warga.
“Ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi menyangkut hak dasar masyarakat atas akses, keselamatan, dan layanan publik,” tegasnya.
PAN juga mengingatkan, bila jembatan utama di sektor kepolisian Alas juga rusak karena bencana serupa, maka akses dari Sumbawa ke Poto Tano bisa lumpuh total. Dampaknya akan dirasakan luas, termasuk untuk logistik, pendidikan, kesehatan, dan evakuasi darurat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan pembangunan desa, Fraksi PAN merekomendasikan beberapa langkah penting:
Segera membangun ulang Jembatan Cinta dengan perencanaan teknis yang tahan terhadap cuaca ekstrem dan banjir berulang.
Mengalokasikan anggaran khusus dalam APBD Perubahan 2025 atau melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) infrastruktur.
Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan.
Mengintegrasikan pembangunan jembatan dengan pengembangan potensi wisata desa sebagai upaya pemulihan ekonomi lokal.
“Fraksi PAN berharap pemerintah daerah dapat menjadikan persoalan ini sebagai prioritas. Jangan sampai kebutuhan dasar warga terus diabaikan,” pungkas Marliaten. (IM)


COMMENTS