HomeArtikel

EKONOMI KOPERASI DAN ORGANISASI KOPERASI “STUDI KASUS DI KEDAI KEDIRI”

EKONOMI KOPERASI DAN ORGANISASI KOPERASI “STUDI KASUS DI KEDAI KEDIRI”

PERMASALAHAN DAN UPAYA PENGEMBANGAN UMKM
“Lilly Kedai: Bukti Nyata Semangat UMKM Lokal yang Tak Gentar Hadapi Tantangan”

Kedai Kediri merupakan sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berlokasi di lingkungan Asrama Kodim Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Usaha ini mulai beroperasi sejak tahun 2019 dan didirikan dengan semangat untuk menghadirkan cita rasa khas kedai Kediri kepada masyarakat Sumbawa. Terletak di area strategis yang dekat dengan pemukiman militer dan masyarakat umum, Kedai Kediri secara konsisten menawarkan beragam hidangan rumahan yang bercirikan rasa tradisional dan otentik, menjadikannya sebagai salah satu pilihan kuliner yang digemari di wilayah tersebut.

Kedai Kediri bukan sekadar bisnis kuliner biasa, melainkan merupakan kelanjutan dari usaha keluarga yang telah dijalankan secara turun-temurun. Cikal bakal dari kedai ini berasal dari warisan resep keluarga yang telah dipertahankan dan diwariskan dari generasi ke generasi. Pendiri kedai ini meneruskan tradisi keluarga dalam dunia kuliner, dengan membawa semangat kewirausahaan, nilai kekeluargaan, dan cita rasa khas
sebagai identitas utama kedai. Keberlangsungan usaha ini menjadi simbol keberhasilan pelestarian warisan turun-temurun keluarga melalui jalur wirausaha.

Sejak berdiri, Kedai Kediri telah mengalami perkembangan yang signifikan, baik dari segi menu, pelayanan, maupun jangkauan pelanggan. Dengan mengedepankan
prinsip kualitas, keaslian rasa, dan pelayanan yang ramah, kedai ini telah berhasil membangun loyalitas pelanggan yang kuat. Selain menjadi sumber penghasilan keluarga, Kedai Kediri juga turut berkontribusi terhadap perekonomian lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan penggunaan bahan baku dari pemasok setempat. Dengan landasan nilai-nilai kekeluargaan dan komitmen terhadap kualitas, Kedai Kediri terus berkembang menjadi UMKM yang memiliki daya saing dan potensi besar untuk terus tumbuh di masa mendatang.

Pada awal berdirinya Kedai Kediri hanya menjual donat dan risoles namun dengan berjalannya waktu dan permintaan pasar yang semakin banyak, saat ini Kedai Kediri memiliki banyak jenis makanan berat, minuman, dan snack yang ditawarkan. Adapun daftar menu mulai dari makanan berat ada lalapan, nasi paru rawit, nasi campur, seblak, bakso dan mie goreng telur, dan minuman yang ditawarkan juga memiliki banyak varian yaitu aneka jus, smoothies, es teh dan kopi, adapun pilihan snack nya ada kentang goreng, waffle, nugget, bakso bakar, dan sosis bakar.

Terlihat dari produk atau menu yang ditawarkan oleh Kedai Kediri ini kita dapat melihat bahwa dari sejak berdiri tahun 2019 Kedai Kediri terus melakukan inovasi-inovasi.
Peluang yang di liat Ibu Hanifah (pemilik kedai kediri) sehingga muncul ide membangun usaha ini adalah karena usaha di bidang makanan tidak pernah mati terkecuali adanya hal-hal yang tidak terduga karena bidang makanan atau kuliner merupakan kebutuhan setiap hari atau kebutuhan pokok dari konsumen, pemilik Kedai Kediri sendiri berharap dengan adanya Kedai Kediri ini dapat menjawab dari pada kebutuhan konsumen. Alasan lain dari berdirinya usaha ini adalah karena usaha kuliner sangat menjanjikan karena semua orang butuh makan. Potensi pasar dalam 1-3 tahun ke depan memungkinkan akan terus berkembang dan akan selalu mengikuti zaman dan selera konsumen dengan terus melakukan inovasi.

Tantangan terbesar yang dihadapi Kedai Kediri adalah selera konsumen yang berubah-ubah, banyaknya muncul kompetitor-kompetitor baru dan berkembang teknologi. Selain itu juga fluktuasi harga bahan baku menjadi tantangan tersendiri tetapi
Kedai Kediri memiliki strategi yaitu dengan mengurangi kuantitas tanpa mengurangi kualitas.

Strategi Kedai Kediri dalam memitigasi tantangan dan masalah-masalah dalam operasionalnya yaitu dengan melakukan pelayanan dan servis yang ramah serta mempelajari bagaimana selera dari konsumen melalui kritikan dan masukkan, Kedai Kediri terus melakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan dan selera konsumen yang dimana dalam launching produk baru melakukan uji coba selama ½ bulan terlebih dahulu baru mengambil kesimpulan apakah produk tersebut banyak diminati atau kurang diminati, dan jika produk tersebut kurang diminati maka Kedai Kediri akan melakukan reset lagi sebagai bahan pertimbangan apakah produk tersebut dilaunchingkan atau tidaknya.

Selain strategi yang di sebut di atas dalam menjaga loyalitas konsumen Kedai Kediri menerapkan diskon dan voucher yaitu beli 2 gratis 1, kemudian juga sering mengadakan promo-promo agar pelanggan balik lagi dan menjadi pelanggan yang loyal.

Kedai Kediri merupakan contoh UMKM yang sukses dalam mempertahankan tradisi keluarga dan mengembangkan usaha kuliner dengan inovasi dan pelayanan yang
baik. Dengan memahami kebutuhan dan selera konsumen, Kedai Kediri terus melakukan inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Bagi UMKM lain, direkomendasikan untuk memahami kebutuhan konsumen, melakukan inovasi produk, dan menerapkan strategi pemasaran efektif seperti promo
dan diskon. Dengan komitmen terhadap kualitas dan pelayanan, Kedai Kediri dapat menjadi contoh bagi UMKM lain dalam mengembangkan usaha yang berkelanjutan dan memiliki daya saing yang kuat.

Biodata Narasumber:
Nama : Ibu Hanifah Sri Nuryani
Peran : Pemilik Kedai Kediri
Nama UMKM : Kedai Kediri
Nama Penyusun :
1. Andini (231009005)
2. Dinda Nanda Rizty (231009033)
3. Ridho Muhammad Iqbal (231009025)
4. Muhammad Raffi Al-Shauqi (231009056)
5. Aria Saputra Adriana (231009067)
Dosen Pengampu : Abdul Salam, S.E., M.M
Mata Kuliah : Ekonomi Koperasi dan UMKM

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: