SUMBAWA – Fraksi Nasdem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbawa menyampaikan pandangan kritis terhadap rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk tahun anggaran 2024 yang disampaikan oleh pemerintah daerah.
Dalam pernyataannya, juru bicara Fraksi Nasdem, Edy Syarifuddin, menilai bahwa rancangan anggaran tersebut menggambarkan ketidakseimbangan yang signifikan antara besar pasak dan tiang, yakni antara belanja dan pendapatan daerah.
Menurutnya, besaran anggaran belanja yang direncanakan mencapai Rp1,99 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp108,79 miliar atau 5,47% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan daerah diperkirakan hanya sebesar Rp58,75 miliar, yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan angka belanja yang direncanakan.
Edy Syarifuddin menekankan bahwa meskipun Fraksi Nasdem memahami dan percaya bahwa pemerintah daerah tentu memiliki strategi pengelolaan keuangan yang baik, mereka tetap merasa perlu mengingatkan bahwa setiap tindakan memiliki risiko.
Dalam konteks ini, Fraksi Nasdem mengingatkan agar tidak berspekulasi berlebihan dalam penggunaan anggaran daerah.
“Kami mengingatkan bahwa perencanaan yang baik belum tentu berbanding lurus dengan realisasi yang memuaskan. Realisasinya bisa jauh lebih besar dari yang direncanakan, atau sebaliknya, tidak mencapai target yang diharapkan jika langkah kerja tidak tepat,” ujar Edy.
Fraksi Nasdem juga mencatat adanya defisit anggaran sebesar Rp22,08 miliar yang harus menjadi perhatian serius. Penurunan pendapatan asli daerah juga menjadi sorotan utama. Dalam rancangan anggaran, pendapatan asli daerah tercatat sebesar Rp257,27 miliar, namun angka ini mengalami penurunan menjadi Rp255,97 miliar, yang mencerminkan penurunan sebesar 10%. Pendapatan lain-lain yang sah juga tidak terlalu besar, hanya mencapai Rp34,56 miliar. Fraksi Nasdem menilai bahwa ketergantungan pada sumber pendapatan yang tidak stabil dapat mengancam keseimbangan anggaran dan kemampuan pemerintah daerah dalam melaksanakan program-program yang telah direncanakan.
Edy menegaskan bahwa Fraksi Nasdem berharap pemerintah daerah dapat lebih berhati-hati dalam pengelolaan keuangan yang bersumber dari rakyat. Mereka meminta agar pemerintah menghindari spekulasi dan membuat perencanaan yang realistis serta didukung oleh data dan analisis yang akurat.
“Kami berharap pemerintah daerah mampu mengelola keuangan daerah dengan penuh kehati-hatian dan transparansi agar tidak membebani masyarakat dengan defisit yang tidak terkontrol,” tambahnya.
Di samping itu, Fraksi Nasdem juga berharap agar proses pembahasan rancangan peraturan daerah tentang perubahan anggaran ini dilakukan dengan asas keterbukaan yang tinggi. Mereka menginginkan adanya dialog yang positif, aspiratif, dan akomodatif dalam setiap tahapan pembahasan, sehingga prosesnya dapat berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Fraksi ini mengapresiasi segala perhatian yang diberikan dalam proses ini dan meminta maaf atas segala kekurangan yang mungkin ada dalam pandangan mereka.
Fraksi Nasdem menyadari bahwa pengelolaan keuangan daerah yang efisien dan efektif adalah kunci untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, mereka berkomitmen untuk terus memantau dan memberikan masukan yang konstruktif agar setiap kebijakan anggaran yang diambil benar-benar mencerminkan kepentingan rakyat dan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (IM)


COMMENTS