HomePolitik

Bang Zul : Beasiswa NTB Bukan Untuk Gagah-Gagahan

Bang Zul : Beasiswa  NTB Bukan Untuk Gagah-Gagahan

Doktor Zul Gebrak Desa Seloto dengan Trabas JAS#2 : Diharapkan Desa Seloto semakin Dikenal
Hasil Survey Terbaru, Zul-Uhel Tertinggi
Hadiri Milad Ponpes Nurul Islam Murbaya, Bang Zul Sampaikan Tiga Pesan Inspiratif

LOMBOK TENGAH- Bang Zul juga kembali menyampaikan program unggulannya mengirimkan ribuan anak NTB belajar ke Luar Negeri ketika menjadi Gubernur NTB periode 2018-2023.

“Ketika saya jadi gubernur kita kirim ribuan anak-anak NTB belajar ke luar negeri, bukan karena gagah-gagahan,”katanya dalam acara Milad dan Tabliq Akbar Yayasan Nurul Islam, Dasan Baru, Desa Murbaya Pringgarata, Lombok Tengah, Minggu 21 Juli 2024.

Bang Zul lantas menceritakan pengalamannya belajar di luar negeri. Sejak SMA di Australia, kemudian kuliah di Jepang, Belanda, Swedia, 5 tahun kuliah di Inggris dan terakhir di Amerika.

“Hampir di tiap tempat saya kuliah, anak NTB itu selalu dibekali ilmu pengetahuan agama yang lebih baik dibandingkan teman dari provinsi lain,”cetusnya.

“Jadi mengapa saya bersemangat mengirim ribuan anak NTB ke luar negeri. Karena anak NTB itu, minimal kalau pulang Ramadhan menyapa kita di luar negeri, anak NTB bisa baca Qur’an, bisa jadi Imam dan sebagainya,”ulas Bang Zul.

“Saya waktu di Belanda, hanya karena bisa Azan, saya tidak perlu bayar makanan.

Ada teman kita dari Bangka Belitung anggota DPD, ustadz Sukri namanya. Dia jadi imam shalat di masjid Virginia Amerika. Dia bisa beli apartemen hanya karena memimpin shalat subuh berjamaah,”kenangnya.

Bang Zul juga optimis akan melanjutkan program beasiswa NTB termasuk untuk para santri.

Bang Zul menuturkan bagaimana ia sempat bercanda dengan tuan guru yang ingin mengirim anaknya kuliah agama di Sudan.

Tetapi Bang Zul memberikan gambaran bahwa Sudan jauh lebih tertinggal dibandingkan Lombok Tengah.

“Dan saya berseloroh mengatakan kepada Tuan Guru bagaimana kalau putranya kita kirim belajar ke Amerika atau Eropa. Tuan gurunya lama natap saya, mungkin ingin mengatakan Doktor Zul ini sekuler orangnya. Masak belajar Agama di Amerika.

Tapi ibu-ibu, mungkin Karena belum pernah ke Amerika, pertumbuhan orang Islam di Amerika itu sangat besar. Kalau turun dari bandara, hampir semua sopir taksi itu Orang Islam. Dan ketika kita menyatakan Assalamualaikum saja. Spontan orang itu menanyakan darimana. Kami dari Indonesia, anda muslim ya muslim. Dia tidak mau ambil uang taksi kita. Hanya modal assalamualaikum doang.

Jadi pedagang dan sebagainya, karena Orang Barat paling susah bangun pagi, biar gajinya puluhan juta. Orang Barat disuruh bangun jam 5 pagi Orang Barat nggak bisa.

Tapi Orang Pringgarata, yang uangnya banyak, bangunkan jangankan jam 5, jam 4 pun oke,”canda Bang Zul

Pada bagian terakhir sambutannya, Bang Zul mengingatkan Pondok Pesantren ke depan harus bersahabat dengan teknologi. Jika tidak bersahabat dengan teknologi, tidak akan maju dan sebagainya.

“Jadi pesan saya kepada Ponpes ini, anak muda harus bersahabat dengan teknologi,”imbaunya.

Dia lantas menceritakan pertemuannya dengan salah seorang santriwati Nurul Hakim di Kediri, Lombok Barat.

“Ternyata orang ini anak gadis berusia 20-an tahun, tapi dia mampu membuat produk kosmetik hanya karena belajar dari HP. Dia bikin geger bea cukai karena kemampuan Bahasa Arab dan Inggrisnya bagus. Dia bikin kosmetik dari HP tanpa izin dari BPOM. Ketika dia bersahabat dengan teknologi ada windows opportunity, jendela yang memberikan bany,ak kesempatan,”pungkasnya.(IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0