SUMBAWA – Pengolahan sampah dengan sistem open dumping menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar di Kabupaten Sumbawa. Hal ini mengundang perhatian Pemprov NTB melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa untuk segera mengambil tindakan.
Dinas LHK menekankan perlunya penyediaan tiga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang representatif, guna mengelola sampah dengan baik tanpa perlu dibakar. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, serta meminimalisir emisi yang dihasilkan dari aktivitas pembakaran sampah. Dengan demikian, upaya ini merupakan langkah strategis dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Sumbawa.
Kepala Dinas LHK NTB Julmansyah menyebut lima sektor penyumbang emisi terbesar. Ada dari energi, transportasi, pertanian dari pembukaan lahan untuk monokultur dan persampahan dan kehutanan. Yang paling besar di Sumbawa ada tiga sektor. Sektor sampah, pertanian dan kehutanan.
Dari sektor persampahan. Kenapa menjadi emisi, karena sampah yang tercampur sejak dari rumah tangga itu bisa menghasilkan gas metana. Begitu sampah tercampur organik dan non organik itu akan menghasilkan gas metana. Oleh karena itu, cara paling sederhana untuk mengurangi emisi dari sektor persampahan adalah melakukan pemilihan sampah sejak dari rumah tangga.
Tetapi itupun menurutnya tidak cukup selama TPA yang disiapkan pemerintah belum cukup layak. Selama TPA masih menggunakan open dumping, masuk sampah kemudian dibakar, itu bukan menyelesaikan masalah tapi menimbulkan masalah baru.
Oleh karena itu ia menyarankan pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk menyiapkan 3 TPA yang representatif untuk mengcover begitu luasnya wilayah kabupaten Sumbawa. TPA yang representatif yang menggunakan metode sanitary ranping, yang menggunakan bio membran, instalasi lindi, sehingga TPA nya betul-betul tempat menyelesaikan masalah.
“Tentu kami mengapresiasi Pemda Sumbawa yang sudah mulai merevitalisasi TPA Raberas,” ujarnya belum lama ini. (IM)


COMMENTS