SUMBAWA – Aliansi petani jagung dari Kecamatan Plampang melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Sumbawa, Senin (29/4/24).
Massa aksi menyampaikan keluhan terkait harga jagung yang masih anjlok sampai dengan meskipun sudah ada edaran dari Bapanas. Karenanya massa aksi mendesak bupati Sumbawa untuk mencari solusi atas kondisi ini sebagai orang yang diberikan amanah untuk bekerja mensejahterahkan masyarakat.
“Berdasarkan SE Bapanas 24 harga jagung Rp 5000 sampai 5.800, namun harga jual petani masih anjlok Rp 3.800 sampai 4.200,” kata perwakilan massa aksi dari 5 Desa di Kecamatan Plampang.
Mereka meminta Bupati dan wakil bupati menyikapi dengan serius persoalan petani ini. Bupati diminta tegas dengan permainan oknum mafia jagung yang sangat merugikan petani. Sehingga ada kepastian harga di lapangan.
“Kami menduga ada permainan pengusaha jagung dimana tes kadar air yang selalu menjadi celah permainan. Itu kondisi yang kami alami. Bayangkan bibit kami beli 20 ribu sampai 50 ribu per kg. Tapi giliran produk petani maunya didapat dengan murah,” ungkap perwakilan massa aksi. (IM)


COMMENTS