SUMBAWA – Kepala Dinas Pertanian Sumbawa Ni Wayan Rusmawati menywbut penyebab harga beras naik salah satunya kerena terjadi kemarau yang sangat extrim. Sehingga terjadi pergeseran pola tanam di beberapa wilayah yang memang ketersediaan airnya sangat terbatas.
“Kami sependapat harga gabah menjadi 7.500 per kg. Artinya petani terbantu karena biaya tanam sampai panen juga mengalami peningkatan,” katanya.
Untuk diketahui bahwa GKG (Gabah Kering Giling-Red) setara beras dikalikan 64 persen dan saat ini petani sudah mulai panen dan sampai Mei diperkirakan panen 32.766 hektare.
Dari target MH dan MK 1 tahun 2024 seluas 57.275 ha atau 45,71 persen dari target dengan produktivitas rata-rata 5.5 ton per hektar maka akan ada GKG sebanyak 180.240 ton setara beras sebesar 115.354 ton.
“Melihat kondisi persediaan beras kita dari produksi petani maka dapat dikatakan bahwa kabupaten Sumbawa ke depan ketersediaan pangan aman ditambah stok yg ada di bulog saat ini lebih kurang 1.500 ton. Maka ketersediaan utk bulan Ramadhan, idul fitri dan nyepi masih aman karena petani tetap panen,” ungkapnya. (IM)


COMMENTS