SUMBAWA – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sumbawa terus bertamba. Sejauh ini tercacat 55 kasus. Karena itu masyarakat diminta tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan.
Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Sarip Hidayat menjelaskan peningkatan kasus demam berdarah di Kabupaten Sumbawa terjadi karena beberapa faktor seperti curah hujan yang cukup tinggi, padat pemukiman, dan kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat.
Hingga saat ini sebanyak 55 kasus demam berdarah terjadi. Karena itu, diperlukan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan bahayanya demam berdarah dengue (DBD) terutama pada kawasan padat pemukiman dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Sebab dapat membantu mengurangi perkembangbiakan nyamuk terutama saat musim hujan seperti saat ini.
Kasus DBD di Kabupaten Sumbawa tertinggi terjadi pada rentan waktu dari bulan Desember sampai dengan bulan Me. Kemudian angka tertinggi DBD terjadi pada kecamatan yang padat penduduk seperti Kecamatan Sumbawa terjadi 30 kasus DBD Kecamatan Moyo Hilir terjadi 7 kasus DBD Kecamatan Labuhan Badas terjadi 6 kasus DBD, Kecamatan Empang terjadi 4 kasus DBD, Kecamatan Unter Iwes 3 kasus DBD, Kecamatan Moyo Utara 2 kasus DBD, kemudian Kecamatan Buer dan Kecamatan Lape masing-masing terjadi satu kasus DBD.
Menurutny, saat musim hujan seperti saat ini diperlukan adanya gerakan jumantik yakni juru pemantau jentik di masing-masing rumah dan selalu menjaga kesehatan dengan membersihan lingkungan.
Untuk diketahui terdapat dua jenis nyamuk yang paling sering menyebarkan virus dengue ini yaitu aedes aegypti dan aedes albopictus. Nyamuk ini sering ditemukan baik di dalam maupun di sekitar pemukiman. Banyak orang tidak mengalami tanda atau gejala infeksi DBD ketika gejala benar-benar terjadi disalah artikan sebagai penyakit lain seperti flu. Biasanya gejala akan muncul mulai empat hingga 10 hari setelah digigit nyamuk.
“Penyakit ini bisa menyebabkan demam tinggi hingga 40 derajat celsius, sakit kepala,nyeri otot, tulang atau sendi, mual dan muntah, sakit di belakang mata, kelenjar bengkak dan ruam,” jelasnya. (IM)


COMMENTS