SUMBAWA – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa meminta masyarakat untuk mengatur pola tanam.
Upaya ini menurut Sekretaris Distan Sumbawa Isnaini sebagai langkah antisipasi dampak cuaca ekstrem karena El Nino.
Hal itu karena cuaca seperti ini terjadi hampir di seluruh dunia dan tentu mengakibatkan keterlambatan musim tanam.
Isnaini mengatakan petani yang sudah meminjam modal di bank diharapkan bisa membuat asuransi usaha tani padi dan kartu tani. Mengingat kondisi cuaca tidak menentu sehingga ada jaminan ke depan.
“Kita berharap petani yang ada di wilayah endemik penyakit, wilayah kekurangan air, kerap banjir dan kekeringan untuk bisa mengakses asuransi padi,” pinta Isnaini.
Asuransi ini diatur oleh Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40 Tahun 2015, memberikan ganti rugi minimal 70 persen bagi petani yang mengalami kerusakan pada tanaman padinya.
Program ini dikelola oleh PT. Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), dengan premi sekitar Rp36.000,- per hektare, setelah subsidi pemerintah.
Ia menambahkan bahwa klaim dapat diajukan dalam 14 hari pasca pelaporan kejadian dan proses pencairan melalui transfer ke rekening petani.
Harapannya semoga intensitas curah hujan kembali normal agar petani bisa melakukan percepatan pola tanam. (IM)


COMMENTS