SUMBAWA- Wakil Ketua 1 DPRD Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori menggelontorkan bantuan senilai Rp 400 juta untuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) pada tahun 2023 ini.
“Kami tahun 2023 ini ada 20 kelompok bakulan atau Kelompok Usaha Bersama yang kita realisasikan yang masing-masing kelompok ada 10 orang dengan anggaran Rp 400 juta,” Ungkap Ansori menanggapi aspirasi para ibu RW 08 Brang Biji, dalam reses hari ketiga, Sabtu (22/07/2023) malam.
Hal itu diaparesiasi Ketua RW 08, Mukhlis Rasidi, BA yang mewakili Lurah Brang Biji. Menurutnya, keberpihakan Ansori terhadap kelompok usaha, terutama yang kelompok digawangi para ibu patut diapresiasi.
Mewakili warga, dia juga menyampaikan kekaguman pada sosok Ansori yang sering berada di tengah masyarakat. Baik dalam rangka silaturahmi ketika menyalurkan bantuan.
Karenanya ke depan, ia berharap sejumlah persoalan di RT 08 dapat diantensi. Seperti persoalan sampah. Lantaran daerah rersebut tidak dapat dijangkau truk sampah lantaran kondisi jalan yang sempit. Sehingga harapannya dapat diberikan bantuan roda tiga.
Sementara salah satu tokoh masyarakat mewakili warga RW 08 berharap 2024 mendatang Mohamad Ansori dapat meraih kursi ketua DPRD Sumbawa. Karena dengan itu, dia dapat menyentuh semua persoalan di masyarakat.
Menurutnya, masalah kinerja Ketua Gerindra Sumbawa tersebut sudah tidak diragukan lagi dan buktinya sudah dirasakan masyarakat. Namun ia menyadari bila masih menjadi anggota porsi anggaran Pokok Pikiran (Pokir) masih terbatas sehingga untuk merealisasikan semua aspirasi tentu akan banyak yang dipilah pilah. Tetapi bila sudah menjadi ketua DPRD maka aspirasi masyarakat akan lebih banyak dapat direalisasikan.
“Doa kami semoga 2024 mendatang Mohamad Ansori ketua DPRD Sumbawa,” ungkapnya yang turun diaminkan oleh seluruh warga yang hadir
Menanggapi semua aspirasi dan keluhan warga RW 08, Waka Ansori menyatakan siap memperjuangkan saat pembahasan bersama eksekutif.
Semua kelompok masyarakat katanya berhak menyampaikan aspirasi kepada wakilnya d DPRD. Namun apapun aspirasi tersebut semua tentu melihat skala prioritas. Sebab anggaran untuk merealisasikannya yakni melalui APBD yang memiliki batasan untuk masing-masing anggota.
Meski demikian kata Waka Ansori, untuk membantu masyarakat ia juga terkadang menggunakan dana pribadi yang dikemas melalui program tahunan seperti bantuan sembako, bantuan untuk keluarga miskin yang terdata di DTKS Kemensos (Daftar Terpadu Keluarga Miskin).
Sementara terakit sampah lanjut Ansori, ini memang PR besar pemerintah yang hingga kini belum dapat dituntaskan.
“Untuk Roda tiga nya, In Shaa Allah kita realisasikan melalui dana pokir,” terang Waka Ansori.
Diakhir kegiatan reses, Waka Ansori kembali memberikan bantuan uang tunai untuk kas TPQ dan Kas RT dengan harapan dapat digunakan untuk membeli alat tulis kerja guna membantu kelancaran administrasi warga. (IM)


COMMENTS