HomePemerintahan

Mikobion Sumbawa, Lembaga Inkubator yang Digagas Dinas KUKM Perindag untuk Lahirkan Wirausaha yang Andal

Mikobion Sumbawa, Lembaga Inkubator yang Digagas Dinas KUKM  Perindag untuk Lahirkan Wirausaha yang Andal

Bappeda dan KOMPAK Gelar Workshop Sinkronisasi
Tingkatkan Kesejahteraan dengan Menjaga Kelestarian Budaya
Pemda Sumbawa Bergerak Cepat Bantu Korban Banjir di KSB

SUMBAWA- Dinas KUKM Perindag Kabupaten Sumbawa kembali berinovasi. Kali ini, Dinas yang digawangi Dr. Dedi Heriwibowo ini mendirikan lembaga inkubator yang diberi nama Mikobion Sumbawa.

Lembaga ini didirikan, sebagai upaya untuk melahirkan wirausaha baru. Terutama dalam konteks usaha-usaha di startup, jasa industri kreatif. Sehingga tidak melulu soal makanan/kuliner.

“Kami nanti melalui inkubasi bisnis akan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi di Kabupaten Sumbawa untuk mendorong supaya pelaku usaha lebih bervariasi jenis usahanya. Tidak hanya kuliner. Pelaku kuliner sudah banyak. Kita ingin agar berkembang ke usaha produktif lainnya. Yang prinsipnya itu sangat dibutuhkan masyarakat, “Kata Kadis KUKM Perindag melalui Kabid Perdagangan Iwan Setiawan, S.P., M.Si yang didampingi Kabid Perindustrian Andy Sukmayadi.

Setelah membentuk Mikobion ini, pihaknya akan melakukan inkubasi terhadap paling tidak 5 tenan (wirausaha yang akan dibina) dulu untuk langkah awal.

Salah satu tenan nantinya akan diarahkan untuk membuat aplikasi yang dapat menyelesaikan berbagai persoalan. Mulai dari persoalan rumah tangga, lingkungan serta persoalan lainnya yang dihadapi masyarakat. Terutama persoalan yang kerap dihadapi ibu rumah tangga. Misalnya mulai dari kerusakan pipa air, listrik, kompor gas yang rusak, AC, Kipas Angin, cuci motor, cuci mobil serta persoalan lainnya.

“Bukan usaha usaha umum, kita coba sesuatu yang berbeda yang bisa diserap pasar secara luas. Salah satunya tad jasa membantu mempermudah pekerjaan kaum perempuan di rumah,” terangnya.

Kemudian setelah itu di dalam proses inkubasi dalam jangka waktu satu sampai dua tahun, itu nanti akan dimitrakan dengan pemodal atau investor. Sehingga setelah keluar dari masa inkubasi, mereka sudah bisa berjalan.

“ Ini yang kita harapkan. Tidak terus menerus kita bina, tapi mereka dengan pembinaan satu sampai dua tahun itu, betul betul kokoh dan siap untuk keluar,” jelasnya. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: