SUMBAWA- Anggota DPRD Sumbawa dari Fraksi Nasdem Edy Syarifuddin menyoroti sistem zonasi di Kabupaten Sumbawa. Ia mendorong penerapan sistem bisa dikaji kembali karena beberapa pertimbangan. Salah satunya kekhawatiran tidak meratanya kualitas sekolah.
“Karena kami hawatir anak yg dari desa akan semakin tertinggal karena tidak bisa memilih sekolah,” Tandas Wakil Ketua Fraksi Nasdem ini.
Menurutnya, seharusnya yang lebih dulu diperhatikan adalah penempatan atau pemerataan guru yang berprestasi. Karena kualitas pendidikan akan sangat berpengaruh. Karena penempatan guru hebat tidak merata yang berdampak pada tidak meratanya kualitas pendidikan. Ditambah lagi terkait infrastruktur pendidikan antara kota dan desa.
“Ada sekolah Satap yang PNSnya ada dua. Bagaimana mau tingkatkatkan kualitas pendidikan. Belum lagi berbagai infrastruktur,” ujar dewan dari Dapil 2 ini.
Ia juga menyayangkan, saat ini masih ada sekolah yang tidak memiliki akses internet. Padahal era ini katanya adalah era digital.
“Sekarang ditambahlagi dengan membatasi mau sekolah dimana,” imbuhnya.
“Contoh kenapa banyak yang ingin sekolah di SMA 1 ataupun SMAN 2, karena dianggap kualitas pendidikan lebih memadai. Tenaga pendidiknya dianggap lebih mempuni, sarana prasara pendidikannya lebih memadai. Intinya, benahi infrastruktur, sarana penunjang hingga pemerataan tenaga pendidik dulu,” pungkasnya. (IM)


COMMENTS