HomePemerintahan

Pelabuhan Tanjung Santong, Infrastruktur Selatan Hingga SPAM Ai Ngelar Disebut akan Jadi Legacy Monumental Mo-Novi

Pelabuhan Tanjung Santong, Infrastruktur Selatan Hingga SPAM Ai Ngelar  Disebut akan Jadi Legacy  Monumental Mo-Novi

Segini Panjang Jalan yang di Aspal Mo-Novi Tahun 2022
Pemda Tidak Paham Penganggaran ? Jalan Kabupaten Tanpa Pemeliharaan Rutin
Setahun Menjabat, Program Unggulan Mo—Novi Tercapai

SUMBAWA- Universitas Samawa (UNSA) menggelar Focus Group Discussion (FGD, Sabtu (8/4/24) bertempat di Auditorium Sri Bonyo UNSA.

FGD yang bertajuk Mewujudkan Legacy Monumental Pemerintahan Kabupaten Sumbawa tersebut menghadirkan Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, Ketua DPRD Sumbawa Abdul Rafiq, Anggota DPRD Sumbawa Muhammad Yamin, Ahmad Fachry, Faesal, serta jajaran kepala OPD Kabupaten Sumbawa.

Rektor UNSA Prof. DR. Syaifuddin Iskandar dalam sambutannya, menyampaikan, latar belakang FGD ini digelar berawal dari semacam kegelisahannya serta civitas Universitas Samawa yang mendengar informasi dan isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait dengan hasil karya kepemimpinan Mo-Novi.

“Yang membuat resah terus terang, di samping hal positif, sering kita dengar yang mempertanyakan apa hasil dari Pemerintahan ini. Itu wajar dari orang awam yang belum mengetahui progres pembangunan Mo-Novi,”kata Prof. Ude, Akrab Rektor Universitas Samawa ini disapa.

Tidak hanya itu katanya, pemerintahan ini juga kerap dihubungkan atau dibandingkan juga dengan hasil Pemerintahan yang lalu. Di mana, pemerintahan sebelumnya disebut telah meninggal legacy monumental (warisan karya) seperti Rumah Sakit di Sering, Pasar Seketeng, Beringin Sila.

Hal itu menurutnya yang diharapkan setiap periode bupati ada semacam legacy monumental yang bisa dikenang masyarakat sepanjang masa.

“Dalam teori kepemimpinan, pemimpin yang hebat kalau ada meninggalkan legacy,”ujarnya.

Dalam kacamatanya, hasil kerja pemerintahan Mo-Novi sudah banyak. Banyak kesuksesan yang diraih. Misalnya yang nampak, seperti MXGP Samota.

“Kendati demikian, namun masih banyak juga pertanyaan untuk MXGP itu untuk siapa. Bahkan, kalau kita bicara fisik, harapan kita, legacy gak harus fisik. Tetapi namun orang Sumbawa, harus berupa karya fisik,”Jelas rektor.

Sementara itu, Bupati mengakui bahwa masyarakat Sumbawa lebih ware dengan pembangunan fisik. Sehingga pembangunan non fisik kadang-kadang dianggap tenggelam. Padahal menurutnya, Pembangunan bukan hanya fisik, non fisik juga harus dibangun.

Apa program yang bisa dieksekusi saat ini sehingga bisa menjadi Legacy?

Menurut Kepala Bappeda Sumbawa Adi Nusantara dalam presentasinya, menyebut ada banyak proyek atau karya yang akan dikerjakan di ujung pemerintahan ini yang bisa menjadi legacy monumental. Antara lain Pembangunan Pelabuhan Tanjung Santong, SPAM Ai Ngelar, IPLT Raberas, Pengembangan Kawasan Pantai Gelora, Pembangunan ruas jalan Lenangguar-Teladan sepanjang 9 KM, ruas jalan Teladan-Kelawis 26 KM, ruas jalan Tepal-Baturotok 11 KM. Kemudian pembangunan jalan dan jembatan di Samota.

Kepala BKADA Sumbawa Didi Hermansyah, terkait legacy monumental apakah bisa diwujudkan? Apakah tersedia dana? Menurutnya akan tetap diupayakan.

“Kami akan tetap mengupayakan, “ katanya.

Sementara dari kacamata Ketua DPRD Sumbawa Abdul Rafiq, di bidang kesehatan sebenarnya ada legacy , yaitu UHC. Menurutnya, itu program yang sangat luar biasa. Hanya saja karena kurang sosialisasi, sehingga tidak dianggap monumental.

“Sosialisasi harus diperkuat, sehingga masyarakat faham. Ini program monumental. Dari 10 Kabupaten/kota di NTB, tidak semua memiliki program ini,”jelasnya.

Masih terkait warisan karya katanya, sepanjang itu untuk masyarakat, maka tidak ada alasan untuk DPRD menolak.

“Intinya apa program yang akan menjadi prioritas, DPRD akan sangat mendukung selama itu untuk kepentingan masyarakat,”tambah Rafiq.

Sementara menurut Anggota DPRD Sumbawa Muhammad Yamin, sebetulnya Legacy sudah ada, salah satunya MXGP.

“Ini warisan yang akan ditinggalkan,” sebutnya. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: