SUMBAWA- Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany, S.Pd.,M.Pd., mengungkap,
tingkat pengangguran terbuka turun dari angka 3,39 di tahun 2021 menjadi 2,11 pada tahun 2022, Indeks pembangunan manusia meningkat dari 68,01 pada tahun 2021, menjadi 68,89 pada tahun 2022. Kemudian tingkat kemiskinan turun dari 14,14 tahun 2021, menjadi 13,68 pada tahun 2022, dan Gini ratio turun dari 0,412 pada tahun 2021, menjadi 0,406 pada tahun 2022. Untuk pertumbuhan ekonomi, belum ada data resmi yang di release oleh BPS.
Perkembangan indikator makro di Kabupaten Sumbawa sejak tahun 2021 hingga 2022 tersebut disampaikan Wabup ketika menghadiri Kegiatan Penilaian Penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2023 di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Jumat (3/2).
Pada kesempatan tersebut, Wabup menyampaikan, bahwa di tahun 2023 ini, KKabupaten Sumbawa telah merencanakan langkah-langkah untuk lebih meningkatkan capaian indikator kinerja, seperti Perencanaan dengan pendekatan tematik, Holistik, Pendekatan Integratif dan Spasial.
Tak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa pada penilaian tahun ini, Kabupaten Sumbawa menampilkan inovasi unggulan Sijinak. Inovasi yang sudah di inisiasi sejak tahun 2019, dan difokuskan hanya kepada informasi perijinan ternak. Kemudian, pada tahun 2020 inovasi tersebut dikembangkan dengan fokus pada registrasi dan pengkartuan ternak. Seiring perkembangan teknologi dan IPTEK, pada tahun 2022, sijinak dikembangkan dan diperbarui melalui pengintegrasian data pengeluaran ternak dengan data populasi sekaligus layanan kesehatan ternak (halo dok).
Inovasi ini bertujuan lebih memudahkan sistem pengawasan dan pengendalian populasi ternak dan mempermudah peternak mendapatkan layanan bagi ternaknya di Kabupaten Sumbawa. (IM)


COMMENTS