HomeSosial

Petani Orong Balit Lenangguar Harap Proyek Irigasi Segera Rampung

Petani Orong Balit Lenangguar Harap Proyek Irigasi Segera Rampung

INI Sumbawa-Sumbawa Barat Gelar Donor Darah
Target Serapan Beras Bertambah, Bulog Sumbawa Akan Optimalkan KPSH di TW I
Rumah Warga di Batu Bangka Terbakar

SUMBAWA- Kelompok Tani Orong Balit Desa Lenangguar Kecamatan Lenangguar masih harus menunggu waktu agar bisa menggarap lahannya. Pasalnya saluran irigasinya belum rampung. Sejak Februari 2020 sampai hari ini, sawah mereka tak lagi dapat ditanami karena kekeringan.

Proyek pengerjaan saluran irigasi Tiu Tola oleh CV Gilisafuro sampai saat ini belum kelar. Fasilitas yang dikerjakan dari DAK Dinas PUPR Sumbawa sekitar Rp 440 juta dengan target sepanjang 476 meter ini belum bisa dimanfaatkan petani setempat.
Hal ini diakui langsung Ketua Kelompok Tani Orong Balit, Sahrudin. Menurutnya pengerjaan yang terkesan berlarut-larut bahkan kadang tidak ada tenaga kerja di lapangan membuat proses pengerjaan menelan waktu yang cukup lama.
“ Hal ini menjadi keluhan petani karena praktis sejak bulan februari 2020 sawah sudah tidak dapat ditanami karena tidak adanya air,” akunya.
Menurutnya, sejak awal, kontraktor berjanji akan menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu satu bulan.
“Sehingga ini menimbulkan kekecewaan kepada kelompok tani yang memanfaatkan irigasi tersebu,” tandasnya.
Pelaksana proyek dari CV Galisafuro, Nazip, yang dikonfirmasi memastikan pekerjaannya akan rampung sebelum batas akhir waktu pelaksanaan berakhir. Meskipun diakui dalam pelaksanaan proyek itu ada penambahan item pekerjaan. Namun juga dibarengi dengan penambahan waktu.
“Insya Allah kami selesaikan sebelum batas waktu berakhir,” katanya.
Terkait tudingan bahwa sering tidak ada pekerja di lokasi proyek, menurut Nazip pekerja tetap bekerja.  Hanya saja diakui sempat para pekerja tidak masuk sehari karena berhalangan.
“Selain dari itu, tetap ada yang bekerja. Termasuk hari ini,” katanya kepada wartawan IM, Rabu (1/9) pagi.
Dibagian lain dia memaparkan sedikit kendala yang dialami di lapangan sehingga saat ini pekerjaan belum rampung. Salah satunya adalah medan yang sangat sulit. Sehingga pendistribusian material agak terlambat.
“Namun bukan berarti kami tidak bisa menyelesaikan pekerjaan kami. Kami pastikan semua rampung sebelum batas kontrak berakhir,” katanya. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: