HomeSosial

Miras Masih Beredar di Cafe dan Room, MUI Nilai Pemda Ingkar Janji

Miras Masih Beredar di Cafe dan Room, MUI Nilai Pemda Ingkar Janji

Patroli Malam di Saliper, Polisi Dapati Remaja Miras dan Muda-mudi Pacaran di Tempat Gelap
Asyik Tenggak Arak di Samota, Belasan Remaja Diamankan Polisi
Kedapatan Miras, Sekelompok Remaja Langsung Ditindak

SUMBAWA- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa Dea Guru Syukri Rahmat, S.Ag. angkat bicara perihal masih beroperasinya kafe di Kabupaten Sumbawa. Terlebih, karena keberadaan tempat hiburan malam tersebut, kembali melatarbelakangi peristiwa keributan, yang berujung jatuhnya korban. Yakni keributan yang melibatkan oknum Anggota TNI dan oknum anggota LSM.

MUI Sumbawa menurutnya sangat menyesalkan peristiwa buruk seperti itu kembali terjadi. Oleh karena itu, MUI Kabupaten Sumbawa, memberikan beberapa catatan.
Pertama, ini menjadi bukti kuat bahwa ternyata kafe atau room karoke yang beroperasi, sangat tidak mengindahkan ketentuan pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa tentang tidak boleh ada miras dan praktik-praktik yang lain yang tidak sejalan dengan adat istiadat Kita Tau Samawa.

Kedua, ini sangat menciderai wibawa pemerintah Kabupaten Sumbawa, karena terlalu lemah dan tidak berani bersikap terhadap masalah kafe atau room karoke dan miras yang ada di Kabupaten Sumbawa.

Ketiga, pemerintah daerah, di mata masyarakat, ingkar janji, karena tahun April 2021 lalu, Bupati Sumbawa telah berjanji untuk menutup dan meratakan dengan tanah seluruh bangunan kafe ( room karoke) yang ada di Sampar Maras.

“ Sekali lagi, ini janji Bupati saat itu, dan semua terekam di ingatan publik. Lalu melalui Pak Sekda, janji itu, kembali diutarakan pada bulan Desember 2022. Tapi ternyata, janji tinggal janji,” ujarnya.

Oleh karena itu, MUI Kabupaten Sumbawa menurutnya, sebagai wadah tempat bernaungnya ormas-ormas Islam, kembali menuntut pemerintah daerah kabupaten Sumbawa, untuk benar-benar membuktikan janjinya, dan berani bersikap tegas, tutup dan ratakan semua, seluruh bangunan yang ada di Sampar Maras dan room karoke-room karoke lain yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa.

“Dan harapan Kita, agar tagline Sumbawa Gemilang Berkeadaban dapat benar-benar terwujud,” harapnya.

Peristiwa keributan yang terjadi beberapa hari lalu menurutnya, lebih dari cukup untuk dijadikan pelajaran berharga.

“Ini isyarat dari Allah swt agar segera bersikap, sebelum muncul masalah-masalah yang jauh lebih besar,”katanya mengingatkan.

MUI Juga berharap, kepada oknum aparat keamanan, untuk tidak menjadi pengaman pada wilayah-wilayah seperti itu.
“Lagi pula, untuk apa diamankan, dijaga, kalau sekadar minum teh, minum kopi, merokok. Ini kan berarti ada hal lain. Sekali lagi, Kami berharap, teman-teman aparat untuk tidak menjadi pengaman pada praktik-praktik apapun yang melanggar di Kabupaten Sumbawa ini,”pesannya.

Terakhir, Ketua Umum MUI Kabupaten Sumbawa yang juga Ketua Dewan Syara’ Majelis Adat Lembaga Adat Tana Samawa ini, menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dalam menjaga situasi ketertiban dan keamanan Sumbawa.

“Tanggung jawab Kita bersama untuk menjaga Sumbawa, karena di lapangan terlalu banyak masalah yang muncul,” pungkasnya. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: