HomeSosial

BMKG Rilis Potensi Banjir di Pesisir Lombok dan Bima

BMKG Rilis Potensi  Banjir di Pesisir Lombok dan Bima

Wabup Gerak Cepat Antarkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Buer
Bupati Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Desa Boak
Wabup Bawa Bantuan untuk Korban Banjir

Praya (15 Januari 2026)– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di wilayah pesisir Lombok dan pesisir Bima. Peringatan ini berlaku mulai 15 Januari 2026 pukul 08.00 WITA hingga 31 Januari 2026 pukul 20.00 WITA.
Kepala Stasiun Meteorologi ZAM, Satria Topan Primadi, S.Si, menjelaskan bahwa fenomena banjir rob dipicu oleh pasang air laut maksimum yang berpotensi menggenangi kawasan pesisir, bantaran sungai, dan daerah dataran rendah.
Berdasarkan prakiraan cuaca maritim, wilayah Lembar (Lombok Barat) diprediksi mengalami cuaca berawan hingga hujan sedang dengan arah angin barat daya hingga barat laut berkecepatan 5–20 knots. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25–2,5 meter, dengan pasang maksimum hingga 1,9 meter yang terjadi pada pukul 19.00–01.00 WITA.
Sementara itu, di wilayah Sape (Bima) kondisi cuaca juga diperkirakan berawan hingga hujan sedang, dengan karakteristik angin dan tinggi gelombang yang sama. Waktu pasang maksimum di wilayah ini diprediksi terjadi pada pukul 15.00–03.00 WITA.
Adapun wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi:
Lombok: Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.
Sumbawa: Sumbawa dan Labuhan Badas.
Bima: Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.
BMKG mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir, bantaran sungai, serta wilayah dengan elevasi rendah agar tetap waspada dan siaga, khususnya saat periode pasang maksimum. Aktivitas di sekitar pantai dan pelabuhan juga diharapkan memperhatikan perkembangan cuaca untuk mengantisipasi risiko yang ditimbulkan.
Untuk memperoleh informasi terbaru terkait cuaca dan gelombang laut, masyarakat dapat memantau kanal resmi BMKG melalui situs maritim.bmkg.go.id serta media sosial @infobmkgntb di Instagram, Facebook, dan Twitter.
Peringatan ini dikeluarkan di Praya, 14 Januari 2026, sebagai langkah mitigasi guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh potensi banjir rob di wilayah NTB. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: