Lenangguar, 16 September 2025 – Menyikapi kelangkaan serta tingginya harga LPG 3 kilogram yang belakangan dikeluhkan masyarakat, Pemerintah Desa (Pemdes) Lenangguar menggelar diskusi bersama para pangkalan pada Jumat (12/9) di aula kantor desa setempat.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Desa Lenangguar, Syahruudin, SP, M.Si yang didampingi Ketua BPD dan Babinsa Desa Lenangguar. Beberapa pangkalan turut hadir, di antaranya UD Puspa, UD Didi Riady, UD Madiana, UD Dea Malela, dan UD Olat Utuk.
Dalam diskusi tersebut, pemerintah desa meminta agar para pangkalan mengutamakan penjualan LPG bersubsidi bagi masyarakat sekitar, khususnya untuk kebutuhan rumah tangga. Selain itu, para pengecer juga diimbau menahan stok tabung LPG paling lambat 2×24 jam sejak proses dropping dilakukan, sehingga distribusi dapat lebih merata.
Kepala Desa Lenangguar, Syahruudin, menegaskan kebijakan ini diambil sebagai langkah sementara untuk mengurai persoalan kelangkaan gas di tengah masyarakat.
“Harapannya, dengan adanya kesepahaman ini, warga tidak lagi kesulitan mendapatkan LPG untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Dengan adanya koordinasi antara pemerintah desa, pengecer, dan aparat terkait, diharapkan distribusi LPG di Desa Lenangguar dapat lebih tertib dan masalah kelangkaan sedikit demi sedikit bisa teratasi. (IM)


COMMENTS