Sumbawa, 29 Agustus 2025 – Green Investment kembali menginisiasi kegiatan positif melalui workshop bertajuk “Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” dengan tema spesifik Lingkungan Sehat Tanpa Sampah dan Pemanfaatannya. Kegiatan berlangsung pada Kamis (28/8) di Aula Kantor Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Workshop ini bertujuan memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keberlanjutan kehidupan. Lingkungan yang sehat dan lestari diyakini akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang. Upaya itu, menurut panitia, harus dimulai dari langkah kecil di lingkungan terdekat.
Kepala Desa Ngeru, Kaeruddin yang akrab disapa Heru, menyampaikan bahwa desanya ditetapkan sebagai pilot project Lingkungan Bersih, Sehat, dan Bernilai Tambah.
“Kita bisa berubah, mulai dari diri sendiri, lingkungan sendiri. Maka akan tercipta Desa Ngeru yang bersih dan sehat, sehingga ke depan dapat kita jadikan desa percontohan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan besar datang dari anak-anak muda yang tergabung dalam Green Investment. Sepanjang Agustus, komunitas ini aktif menggelar kegiatan seperti senam sehat, bagi sayur, hingga bakti sosial bertema kebersihan lingkungan. Bahkan, mereka mengedukasi masyarakat soal pemanfaatan barang bekas, misalnya botol plastik air mineral yang disulap menjadi sofa bernilai ekonomis.
“Pemanfaatan barang bekas agar bernilai tambah membuka ruang bagi pelaku usaha kecil. Pemerintah desa siap memberi dukungan dan dana stimulan jika hal ini benar-benar dijalankan,” tegas Heru.
Sementara itu, Camat Moyo Hilir, Widodo, S.ST., M.Si., mengangkat materi tentang Gaya Hidup, Sampah, Lingkungan, dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Masyarakat. Ia menekankan bahwa gaya hidup modern erat kaitannya dengan peningkatan volume sampah, yang berdampak pada polusi, banjir, kerusakan ekosistem, penyakit, hingga masalah sosial-ekonomi.
“Penerapan gaya hidup berkelanjutan dengan konsep Zero Waste harus dimulai dari pengelolaan sampah secara bertanggung jawab. Kalau bukan kita, siapa lagi, dan kalau bukan sekarang, kapan lagi,” ungkapnya.
Namun, Widodo juga menyoroti tantangan terbesar dalam penerapan program Zero Waste, yakni rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur pengelolaan sampah seperti armada angkut dan TPS, serta minimnya partisipasi warga dalam program lingkungan.
Koordinator Green Investment, Zuhriadi Tabri, menyampaikan apresiasi kepada Camat Moyo Hilir dan Kepala Desa Ngeru yang bersedia hadir sebagai pemateri sekaligus narasumber.
“Jika kolaborasi masyarakat desa dengan pemerintah desa dan kecamatan dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sudah terjalin baik, maka pemerintah daerah akan lebih mudah merealisasikan program dan rencananya,” tuturnya.
Kegiatan workshop ini diharapkan menjadi langkah awal Desa Ngeru dalam menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga lingkungan serta menguatkan komitmen bersama menuju desa bersih, sehat, dan berdaya saing. (IM)


COMMENTS