HomePemerintahan

Pjs Bupati Sumbawa Tekankan Urgensi Penanganan Bencana Kekeringan

Pjs  Bupati Sumbawa Tekankan Urgensi Penanganan Bencana Kekeringan

Bupati Sumbawa Tinjau Pembuatan Pupuk Organik untuk Tingkatkan Kapasitas Petani
Bupati Terus Kampanyekan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah
Bupati Apresiasi Peran HIMPAUDI Cegah Stunting

Kekeringan yang melanda sejumlah daerah di Kabupaten Sumbawa menjadi sorotan utama dalam pernyataan terbaru Pjs. Bupati Sumbawa. Dalam diskusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Pjs. Bupati menekankan urgensi penanganan bencana ini, mengingat dampak signifikan yang dirasakan oleh sektor pertanian. Menurut data dari Kepala Dinas Pertanian, sekitar 175 hektar tanaman padi dan 7,5 hektar tanaman jagung telah terdampak oleh kekeringan yang berkepanjangan.

Salah satu wilayah yang paling parah terdampak adalah Kecamatan Moyo Hilir, di mana sekitar 50 hektar lahan pertanian mengalami kekeringan. Pjs. Bupati menjelaskan bahwa masalah ini sebagian besar disebabkan oleh ketidakpatuhan petani terhadap pola tanam yang telah disarankan, sehingga aliran air irigasi dari Dam Batu Bulan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Ketidakpatuhan ini menjadi tantangan besar, mengingat irigasi yang tepat sangat krusial dalam mendukung pertanian di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Di tengah krisis ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah mengambil langkah proaktif dengan memberikan bantuan sebanyak 108 unit perpompaan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban petani dan meningkatkan angka tanam di wilayah yang terkena dampak. Pjs. Bupati menambahkan bahwa distribusi dan pemanfaatan alat perpompaan ini perlu diawasi agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi para petani.

Dengan adanya bantuan ini, Pjs. Bupati berharap petani dapat segera memulihkan lahan pertanian mereka dan kembali berproduksi. Ia juga menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersinergi dalam menangani masalah kekeringan ini, termasuk mengedukasi petani mengenai pentingnya mengikuti pola tanam yang dianjurkan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Krisis kekeringan di Kabupaten Sumbawa ini bukan hanya masalah pertanian, tetapi juga berpotensi mengancam ketahanan pangan daerah. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, petani, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencari solusi jangka panjang. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: