SUMBAWA- Puluhan hektare lahan padi di Desa Moyo Kecamatan Moyo Hilir mengalami gagal panen akibat musim kemarau dan tidak meratanya pengairan selama beberapa minggu terakhir.
Kondisi ini menyebabkan tanaman padi layu, kusut, dan bahkan mengering, menimbulkan kerugian puluhan juta rupiah bagi petani setempat.
Khususnya kawasan Sabeta Atas, yang seharusnya mendapatkan pasokan air dari irigasi induk Bendungan Batu Bulan. Namun, tidak meratanya distribusi air menyebabkan banyak lahan padi mengalami kekurangan air yang mengakibatkan kerusakan tanaman. Selain masalah kekurangan air, padi juga diserang ulat yang memperburuk kerusakan tanaman.
Zulkifli, seorang petani kepada media, Jumat (6/9) mengungkapkan bahwa padi yang umumnya berumur satu bulan memerlukan pasokan air yang cukup untuk pertumbuhannya. Namun, hingga saat ini pengairan yang diharapkan belum juga tiba meskipun jadwal sudah ditetapkan. Beberapa petani terpaksa memindahkan aktivitas mereka ke ternak sapi di lahan sawah yang kering.
Syafruddin, petani lain, menambahkan bahwa lahan sawah yang kering semakin meluas, dan selain padi, beberapa hektare lahan jagung juga gagal panen. Para petani mengaku telah sering mengeluhkan masalah ini kepada pihak pengelola Bendungan Batu Bulan tanpa mendapatkan solusi yang memadai.
Pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi dan dukungan agar petani tidak lagi mengalami kerugian serupa di masa mendatang, terutama dengan memperbaiki sistem pengairan dan memastikan distribusi air yang adil dan efektif. (IM)


COMMENTS