SUMBAWA- Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si bergerak cepat menjalankan roda pemerintahan sejak dilanti 19 September lalu. Berbagai upaya diikhtiarkan untuk hadir di tengah masyarakat sekaligus memberikan solusi atas persoalan yang terjadi. Salah satunya melalui Program Jumpa Masyarakat Selesaikan Aneka Persoalan Masyarakat (Jumat Salam).
Melalui program yang baru saja ia launching ini, Pj Gubernur
menginstruksikan seluruh kepala OPD lingkup Pemprov NTB untuk turun ke desa 1.166 desa dan kelurahan yang ada di NTB
setiap hari Jumat untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai program pembangunan yang dilakukan pemerintah sekaligus mendengar langsung apa yang menjadi persoalan atau aspirasi masyarakat di desa.
Termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB yang turun langsung menyapa sekaligus mendengar aspirasi dan masukan dari masyarakat Desa Pungka Kecamatan Unter Iwes Kabupaten. Sumbawa, Jumat (3/11/23).
Kepala Dispora NTB Tri Budiprayetno bersama jajaran yang tiba di Kantor Desa Pungka tempat kegiatan dilangsungkan disambut antusias masyarakat bersama jajaran Pemdes Pungka. Kepada masyarakat, kadis yang pandai berpantun ini menyampaikan hajat dari kedatangan perdananya di Desa Pungka yakni menjalankan instruksi Pj Gubernur NTB yang menginginkan pemerintah hadir di tengah masyarakat melalui Program Jumat Salam.
“Kami diminta hadir di 10 Kabupaten kota, 116 kecamatan ,1.166 desa dan kelurahan. Ini dalam rangka menukar pikiran bersilaturahmi ,menyerap aspirasi untuk memajukan NTB. Karena masa kerja beliau sebagai Penjabat Gubernur sekitar satu tahun empat bulan. Maka tentu seluruh desa ini tidak bisa dikunjungi oleh beliau sendiri. Maka beliau memerintahkan seluruh (47) OPD untuk turun langsung. Kalau 1.166 dibagi 47 maka satu OPD harus mengunjungi 25 sampai 27 desa dan kelurahan,”katanya.
Inti dari program ini menurutnya adalah silaturahmi kemudian menyerap aspirasi masyarakat agar bagaimana nanti Pj Gubernur mengetahui kondisi masyarakat yang ada di seluruh desa dan kelurahan di NTB. Karenanya ia meminta masyarakat untuk menyampaikan kondisi di desa, mulai dari kondisi stunting, kamtibmas atau tingkat kriminalitas, kesiapan menuju pemilu, BPJS , ketersediaan kebutuhan lainnya, kondisi ketersediaan air bersih, kesehatan, pendidikan, sarana prasarana umum serta kondisi lainnya.
“Silahkan bapak ibu sampaikan, sehingga bilamana ada hal-hal yang perlu kami bantu penyelesaianya, insya Allah akan kami bantu fasilitasi dengan dinas-dinas terkait,”katanya.
Termasuk jika ada masyarakat yang masih dipasung, ia meminta agar informasi tersebut bisa disampaikan untuk ditindaklanjuti. Karena pemerintah sudah memprogramkan NTB bebas pasang.
Berikutnya juga bisa disampaikan apakah Desa Pungka memiliki objek wisata dan Pokdarwis untuk kemudian bisa dibina lebih lanjut.
Mewakili masyarakat Sekretaris Desa Pungka Erawandi menyampaikan secara kondisi serta potensi yang dimiliki Desa Pungka. Untuk saat ini katanya pemerintah desa tengah mencicil
pembayaran lapangan desa kemudian pembangunan gedung serba guna yang belum rampung. Ia berharap ada sentuhan dukungan dari pemprov terhadap kedua kondisi tersebut.
Selain itu, dia jua menyampaikan keberadaan Bendungan Pungka yang bisa menjadi potensi wisata desa. Namun lantaran covid melanda, sehingga pengelolaan dipending.
“Dengan hadirnya bapak semoga bisa memberikan solusi,” harapnya.
Merespon aspirasi masyarakat tersebut, khusunya terkait pengadaan lapangan desa, menurutnya biasanya pengadaan lahan disiapkan pemerintah setempat. Nantinya terkait penataan dimungkinkan bantuan dari pemerintah (Provinsi-Red).
“Dan sebenarnya desa dari ADD bisa digunakan. Namun kami memahami dana desa terbatas, keinginan banyak, tentu harus ada yang diprioritaskan. Tentu aspirasi akan kami sampaikan kepada pak Gubernur, “katanya. (IM)


COMMENTS