HomeKSB

Musyafirin Jadi Pemateri pada Raker BEM se-Indonesia

Musyafirin Jadi Pemateri pada Raker BEM se-Indonesia

H. Musyafirin: Beasiswa Luar Negeri Penting, Namun Pemerataan Akses Pendidikan Jauh Lebih Penting
Makin Solid, Pasangan MOFIQ Bertemu Musyafirin dan Sekretaris PDIP NTB
Sukses Jadikan Desa di KSB Mandiri dan Maju, Bupati Musyafirin Terima Penghargaan dari Menteri Desa PDT dan Transmigrasi

SUMBAWA BARAT – Bupati Sumbawa Barat, H. W. Musyafirin mendapat kehormatan dari Badan Ekutif Mahasiswa (BEM) se Indonesia, sebagai pemateri pada Rapat Kerja (Raker) yang dilaksanakan di Taman Budaya Mataram, Kota Mataram, Provinsi NTB belum lama ini.

Pada kesempatan itu H. Firin biasa disapa bupati dua priode ini mengangkat tema Peremajaan Gerakan Mahasiswa Yang Inklusif dan Adaptif.

Di hadapan ratusan mahasiswa BEM se Indonesia, bupati yang penuh inovasi mengulirkan kebijakan dan program pemenuhan hak dasar masyarakat, memotivasi mahasiswa terus konsisten mengkawal proses pembangunan yang dilaksanakan pemerintah dari segala aspek.

Namun demikian, dilakukan secara intelektual. Artinya, untuk mencapainya mahasiswa memiliki literasi, partisipasi, inklusi, kreasi dan inovasi. Sehingga gerakan intelektual bisa mencapai target dan tepat sasaran.

Ini katanya, sesuai dengan keberadaan mahasiswa, sebagai agen perubahan, penyambung aspirasi, pengawal pembangunan, pencerah dan pelita masyarakat serta benteng terakhir pengawal dan penjaga demokrasi.

Bupati memotivasi mahasiswa. Karena pergerakan saat ini, dinilai mulai sedikit ttergerus Jika tidak segera dikembalikan, pergerakan mahasiswa akan menimbulkan persoalan, seperti munculnya krisis kepercayaan publik, ideologi dan platform gerakan mahasiswa belum terarah, lemahnya konsolidasi dan kolaborasi gerakan mahasiswa, isu dan aksi yang bersifat insidental (monumental,red), eksklusif termasuk lemah terhadap literasi, partisipasi, inklusi, kreasi dan inovasi. ‘’Bagaimana peremajaan gerakan mahasiswa ini? Solusinya melalui Gerakan Sosial Intelektual (GSI),’’ paparnya.

GSI adalah gerakan independent mahasiswa untuk melakukan perubahan sosial didasarkan pada nilai-nilai keadilan, partisipatif dan kolaboratif, inklusif dan adaptif. Dan yang paling penting penguasaan data dan informasi yang valid, serta sikap yang responsif atas isu dan permasalahan bangsa dan negara untuk Indonesia adil dan makmur.

‘’Untuk menciptakan gerakan yang inklusif, adaptif dan solutif, langkah awal dan strategis yang kita butuhkan adalah membuka jalan baru, jalan pikiran mahasiswa,’’ pesannya.
Dikatakan, untuk mewujudkan gerakan yang pro terhadap masyarakat dan independen, penting bagi mahasiswa turun langsung ke lapangan.

Selain itu, menguatkan ideologi dan platform gerakan dengan membangun basis pergerakan intelektual melalui diskusi, kajian dan riset. Termasuk merubah pilihan aksi, dari demonstrasi ke berbagai pilihan lainnya. Seperti dialog langsung dan beberapa kegiatan lain.

Penguatan platform dan arah gerakan juga menjadi sangat penting. Aksi solidaritas mahasiswa harus berbarengan dengan pemahaman atas situasi dan kondisi riil yang terjadi di lapangan. ‘’Mengembangkan kreasi, literasi dan inovasi bisa memanfaatkan Teknologi Informasi (TI). Sebagai data, informasi pendukung informasi yang akurat dan aktual,’’ ingatnya.

Sementara untuk menjembatani aspirasi masyarakat, langkah dan upaya yang harus dilakukan di antaranya mahasiswa dituntut harus mampu menyuarakan, memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dengan cara turun langsung ke lapangan. Ini penting agar mahasiswa mampu memahami dan memetakan keadaan, situasi dan perkembangan sosial serta berbagi kebutuhan maupun permasalahan yang ada di bawah.

Selain itu, dituntut melakukan analisis atas setiap permasalahan yang dihadapi atau berkembang di tengah masyarakat dengan memperkuat basis data dan informasi yang memadai, serta mencari solusi inovatif atas setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat dengan melibatkan masyarakat dalam proses perumusan isu strategis dan melakukan evaluasi terhadap isu.

Evaluasi katanya, agar masyarakat memahami secara utuh tujuan, sasaran, manfaat dan langkah serta capaian keberhasilan maupun hambatan dalam menyalurkan aspirasi masyarakat. Tak kalah penting, mahasiswa harus mampu memberikan solusi dan alternatif dalam rangka membantu pemerintah daerah maupun pusat untuk merumuskan kebijakan, program atau kegiatan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0