SUMBAWA- Wakil Bupati Sumbawa Hj. Dewi Noviany,S.Pd.,M.Pd. melakukan Roadshow Bakti Stunting di Dusun Pusu Desa Tepal Kecamatan Batu Lanteh, Kamis (12/10/23).
Rombongan Bupati yang terdiri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Dinas Pertanian, Dinas sosial, Dinas PUPR, Dinas Peternakan, Dinas DP2KB3A, serta OPD terkait disambut gembira masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan, bahwa dalam rangka mempercepat penurunan angka stunting di daerah lokus, maka harus ada kolaborasi atau kerjasama semua pihak selain dengan memberikan bantuan makanan tambahan sembari mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan, serta perilaku hidup sehat, selain itu juga melakukan pemeriksaan bayi, ibu hamil, balita, dan lansia di Puskesmas atau posyandu.
Wabup juga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga hutan , mengingat betapa vitalnya peran hutan dalam kelangsungan hidup manusia.
Selain itu hutan juga tempat hidup bagi flora dan fauna menjadi sumber makanan dan obat-obatan pada saat ini dan masa mendatang. Di samping itu juga mencegah terjadinya erosi atau pengikisan karena air hujan tidak langsung jatuh ke tanah dan mengikis tanah-tanah yang subur, menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida sehingga suhu bumi terjaga,sumber kehidupan bagi masyarakat dari produk yang dihasilkannya, khususnya masyarakat di sekitar hutan.
Kepala Dinas DP2KB3A kabupaten Sumbawa yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Advokasi – Anggraini, S.AP mengatakan, dalam rangka menurunkan angka stunting di Kabupaten Sumbawa kembali, pihaknya mengadakan kegiatan Roadshow yang keempat sesuai dengan pemetaan yang sudah dilakukan.
“Untuk lokasi kita yang keempat ini yang terakhir yaitu di Dusun Pusu Desa Tepal Kecamatan Batu Lanteh.” Jelasnya.
Dalam Roadshow ini, pihaknya memberikan bantuan diutamakan yang sudah diolah, dalam artian panganan lokal yang sudah diolah contohnya telur. Kemudian , protein nabati, protein nabati itu dalam bentuk sayur-mayur dan buah-buahan, dan yang ketiga itu dalam bentuk pemberian untuk keluarga yang beresiko stunting yaitu dalam bentuk beras gula minyak goreng.
Jumlah paket yang diberikan itu sekitar 200 paket. Masing masing 100 paket untuk keluarga dan 100 paket untuk anak-anak yang masih di sekolah.
“Karena Ibu Wabup juga selain fokus ke daerah lokus stunting Ibu Wabup juga menyasar sekolah-sekolah, karena pentingnya juga pemberian makanan tambahan untuk anak-anak sekolah juga di bantu,”ujarnya.
Untuk Desa Bao Desa stuntingnya ada 9 orang dan untuk Desa Tepal 14 orang hasil perhitungan dari dinas kesehatan sedangkan untuk keluarga beresikonya itu sebanyak 105 untuk kelompok sasaran.(IM)


COMMENTS