SUMBAWA (31 Januari 2026)— Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menegaskan bahwa tradisi Sedeka Ponan memiliki kedalaman makna yang melampaui sekadar perayaan adat. Saat menghadiri Pentas Seni Budaya Sedeka Ponan di Dusun Malili, Sabtu malam (31/1/2026), Bupati menyebutkan bahwa tradisi ini adalah manifestasi nyata dari nilai syukur, kebersamaan, dan komitmen menjaga alam.
Dalam arahannya, Bupati Jarot menyampaikan bahwa esensi Sedeka Ponan sebagai warisan agraris sangat selaras dengan visi pembangunan daerah. Ia mengaitkan tradisi ini dengan program Sumbawa Hijau Lestari yang tengah digalakkan pemerintah melalui kegiatan Safari Sumbawa Menanam.
“Pesan menjaga keseimbangan alam akan jauh lebih kuat dan meresap ke hati masyarakat jika disampaikan melalui media seni dan budaya seperti ini. Sedeka Ponan mengingatkan kita untuk terus mencintai lingkungan tempat kita berpijak,” ujar Bupati.
Melihat antusiasme warga dan kualitas pertunjukan dari berbagai sanggar seni—seperti Sanggar Buin La Jendre hingga Samawa Etnis—Bupati menilai acara ini memiliki potensi besar untuk mendunia. Ia berkomitmen mendorong Sedeka Ponan agar masuk dalam kalender event pariwisata daerah. Menurutnya, perpaduan antara kesakralan adat dan daya tarik seni tradisi Tau Samawa adalah aset wisata yang sangat kuat.
Dukungan nyata pemerintah juga ditunjukkan dengan pengalokasian bantuan dana sebesar Rp60 juta kepada Lembaga Adat Ponan. “Ini adalah bentuk dukungan kami agar pelestarian adat dan budaya tidak berhenti di narasi, tapi hidup dan terus dirawat oleh generasi muda,” tambahnya.
Ketua Lembaga Adat Ponan, Drs. H. Amrullah, menyambut baik visi Bupati tersebut. Ia menjelaskan bahwa sistem rotasi pelaksanaan di tiga dusun (Poto, Bekat, dan Malili) sejak 2004 memang bertujuan untuk menjaga semangat gotong royong warga tetap menyala di setiap wilayah.
Acara yang berlangsung meriah ini juga dihadiri oleh pimpinan DPRD, jajaran asisten, hingga tokoh adat, yang bersama-sama menyaksikan bagaimana tradisi Sedeka Ponan bertransformasi menjadi ruang ekspresi budaya yang membumi dan penuh pesona. (IM)


COMMENTS