SUMBAWA (11 November 2025)– Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa terus berupaya meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya melalui retribusi dari sejumlah pasar yang tersebar di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKMindag) Sumbawa, E.S. Adi Nusantara, mengungkapkan bahwa target PAD dari delapan pasar pada tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp2,5 miliar. Hingga Oktober 2025, realisasinya telah mencapai Rp2,3 miliar lebih, atau sekitar 95 persen dari target.
“Realisasi retribusi pasar hingga Oktober ini sudah mencapai sekitar 95 persen, atau setara Rp2,3 miliar dari target tahun ini,” ujarnya.
Adi menjelaskan, retribusi pasar yang menjadi sumber PAD berasal dari tiga komponen utama, yakni retribusi kios dan lapak, retribusi sampah, serta retribusi parkir.
Menurutnya, meskipun pada tahun 2024 target retribusi sebesar Rp5,9 miliar tidak tercapai — dengan realisasi hanya sekitar Rp2,7 miliar atau 45,68 persen — pemerintah tetap optimistis target tahun ini dapat direalisasikan.
“Insha Allah, dengan target Rp2,5 miliar, kami optimis delapan pasar ini mampu mencapai target retribusi yang telah ditetapkan,” kata Adi.
Delapan pasar yang menjadi fokus peningkatan PAD tersebut meliputi Pasar Seketeng, Pasar Brang Biji, Pasar Langam, Pasar Alas, Pasar Empang, Pasar Plampang, Pasar Labuan Sumbawa, Pasar Utan, dan Pasar Buer.
Adi menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari peran serta dan dukungan para pedagang di pasar.
“Semua ini bisa tercapai berkat partisipasi aktif para pedagang yang turut berkontribusi bagi pembangunan daerah,” tandasnya. (IM)


COMMENTS