HomeHukrim

Pengacara Nyonya Lusi Siapkan Pledoi atas Tuntutan Jaksa 1,6 Tahun Penjara

Pengacara Nyonya Lusi Siapkan Pledoi atas Tuntutan Jaksa 1,6 Tahun Penjara

Nyonya Lusi Merasa Terdzolimi
JPU Dakwa Nyonya Lusi Rugikan Ang San San Puluhan Juta Rupiah
Nyonya Lusy Yakin Tidak Ada Unsur Pidana

SUMBAWA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Nyonya Lusi dengan pidana 1,6 tahun penjara dipotong masa tahanan. Jaksa menilai terdakwa Lusi telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana “penggelapan” sebagaimana dalam dakwaan kedua yaitu melanggar Pasal 372 KUHP.

Sidang tuntutan Nyonya Lusi digelar di Pengadilan Negeri Sumbawa, Senin (8/7/24). Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim John Michel Leuwol, S.H. didampingi dua hakim anggota, Fransiskus Xaverius Lae, S.H. dan Rino Hanggaran, S.H.

Terhadap tuntutan Jaksa tersebut, Pengacara Nyonya Lusi menyatakan segera menyiapkan nota pembelaan (pledoi) dan menanggapi dengan bukti-bukti.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim John Michel Leuwol SH didampingi dua hakim anggota, Fransiskus Xaverius Lae SH dan Rino Hanggaran SH

Pengacara Nyonya Lusi, mengatakan akan menyampaikan pledoi pembelaan pada hari Senin pekan depan.

“Pada prinsipnya kita sudah mendengar tadi beberapa tuntutan dari Jaksa tentang tindak pidana yang dilakukan kemudian bukti-bukti apa saja yang dijadikan dasar untuk mengkualifikasi perbuatan Ibu Lusi sebagai tindak pidana, tentunya Kami berdasarkan fakta persidangan baik baik bukti maupun keterangan saksi, baik saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum maupun saksi yang kami hadirkan, tentu fakta-fakta persidangan yang nanti kami jadikan nota pembelaan ibu Lusi,” katanya.

Menurutnya, nota pembelaan tentu akan fokus pada tuntutan jaksa, misalnya terkait ada dugaan penggelapan mobil Xenia satu unit, satu unit Polytron. Kemudian ada beberapa unit barang CV. Sumber elektronik yang diduga digelapkan oleh Lusi.

“Point itu yang akan kami tanggapi dalam pledoi. Sehingga nanti sama-sama kita melihat secara objektif dalam kasus ini apakah ada dugaan penggelapan atau tidak,” ujarnya.

Namun katanya perlu ditegaskan, dalam fakta persidangan, mobil yang didakwakan oleh jaksa dan dituntut jaksa dalam tuntutannya belum ada peralihan hak kepemilikan. Mobil itu masih atas nama Jaya Anggrawan dan Ang San San. Karena jika diduga sebagai penggelapan, maka otomatis harus ada perubahan nama atau dikaburkan kepemilikannya. Sementara BPKB beserta unit mobilnya sudah diambil semua oleh mereka.

Kemudian mengenai 4 unit barang yang didakwakan jaksa tadi, sudah jelas berdasarkan keterangan saksi yang dihadirkan, barang itu dijual untuk melunasi hutang-hutang di bank, untuk membayar gaji pegawai dan membayar tunggakan toko. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!