SUMBAWA- Kritikan dilontarkan oleh Ketua Gelora Kabupaten Sumbawa Burhanuddin Jafar Salam (BJS) terkait kinerja pemerintah dalam membangun daerah serta menuntaskan janji-janji kampanyenya.
Menurutnya, pemimpin seharusnya bertanggungjawab atas janjinya, bukan mengkambinghitamkan pandemi sebagai alasan tidak bisa menuntaskan program unggulannya.
“Saya nyalon pada Desember 2019 bersama pak Nurdin Ranggabarani atau paket Nursalam. 2019 itu lagi maraknya covid-19. Di situ kami nyalon bersama 4 pasangan lainnya dan dimenangkan Mo-Novi,” ungkapnya kepada media, Kamis (16/5/24) di Kantor DPD Gelora Sumbawa.
Artinya kata BJS, semua calon itu mengetahui dengan jelas bahwa Sumbawa dalam keadaan covid-19. Semua calon juga mengetahui bahwa ketika terpilih maka masa jabatannya bukan ful 5 tahun, karena akan ada Pilkada serentak 2024. Untuk itulah setiap calon pasti membuat visi-misi yang dijadikan RPJMD yang ketika terpilih menjadi garis perjuangannya untuk membangun Sumbawa.
“Mereka mengetahui menghadapi covid, jabatan tidak 5 tahun , tentu mereka membuat visi-misi sesuai dengan keadaan tersebut. Lalu ketika menjabat covid dijadikan alasan, lalu visi misinya siapa yang buat. Apakah dia lupa kalau saat kampanye selalu pakai masker. Ada rekam jejak kita semua pakai masker. Bahkan ada rekam jejak yang lain tentang masker,”ujarnya.
Karena sudah memahami kondisi yang dihadapi saat itu, menurutnya mustinya visi-misinya disingkronkan dengan dengan kondisi tersebut.
” Singkronkan dong dengan visi misinya. Kalau covid dijadikan alasan kasian covid dikambinghitamkan,” tandas mantan anggota DPRD Provinsi NTB ini. (IM)


COMMENTS