HomePemerintahan

Cegah DBD, Dikes Imbau Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Cegah DBD, Dikes Imbau Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Kasus DBD di Sumbawa Meningkat, Didominasi Usia Anak
Dikes Catat 93 Kasus DBD hingga Maret
Cegah DBD, Dikes Ajak Masyarakat jadi Jumantik di Rumah Masing-masing

SUMBAWA- Demam Berdarah Dengu (DBD) di Kabupaten Sumbawa sebanyak 325 kasus akumulasi dari bulan Januari hingga Desember 2023.

Warga diimbau untuk mewaspadai DBD pasalnya penyakit ini biasanya melonjak pada pergantian musim kemarau ke awal musim hujan.

“Sekarang ini sedang peralihan musim. Kondisi ini rentan terjadi lonjakan kasus,” Ini disampaikan Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, DBD ini penyakit berbasis lingkungan, jadi ketika hujan satu hari kemudian tidak hujan sampai satu minggu maka hal itu dapat menyebabkan berkembangnya jentik nyamuk Aedes Aegypti.

Berbeda, jika tiap hari hujan maka tidak ada tempat penampungan air dan bisa mengalir airnya maka nyamuk tidak bisa hidup.

Rata-rata korban terjangkit DBD didominasi usia anak. Kasus tertinggi berada di Kecamatan Sumbawa, selanjutnya Kecamatan Labuhan Badas dan Unter Iwes.

Salah satu faktornya karena pemukiman padat penduduk dan perilaku masyarakat membuang sampah sembarangan.

“Jangan buang sampah sembarangan karena bisa jadi tempat bersarang nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah,” kata Sarip.

Kasus tertinggi didominasi anak tercatat di kecamatan Sumbawa sebanyak 60% tersebar di Kelurahan Brang Biji, Seketeng, Lempeh, Brang Bara. Selanjutnya, Kecamatan Labuan Badas dan Unter Iwes.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tetap waspada dengan menerapkan langkah antisipasi seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN), mengingat iklim yang ekstrem mempengaruhi pola kembang biak nyamuk yang lebih cepat.

“Langkah PSN Ini untuk mengantisipasi atau mencegah nyamuk aedes aegypti berkembangbiak lebih banyak,” katanya.

Selain itu, penguatan layanan promosi kesehatan melalui Puskesmas Keliling juga dimasifkan untuk edukasi pemberantasan sarang nyamuk.

“Kalau tidak ada tempat berkembang nyamuk, maka tidak ada kasus. Kami harap orangtua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala,” pungkas Sarip. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: