SUMBAWA BARAT- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) KSB berupaya mengoptimalkan menggali dan menghimpun potensi penerimaan pajak daerah. Itu dilakukan guna memenuhi target PAD tahun 2023 sekitar Rp. 108 Milyar.
Kepala Bapenda Ari Hadiarta menjelaskan, sejak awal pelaksanaan APBD tahun 2023, Bapenda melakukan sejumlah langkah strategis menghimpun pajak daerah daerah untuk di setorkan sebagai PAD. Terutama sejumlah jenis pajak daerah yang selama ini cukup besar memberikan kontribusinya terhadap PAD.
Di antaranya , Pajak daerah Galian C, Bea Perolehan Atas Tanah dan Bangun (BPHTB), pajak reklame dan sejumlah jenis lainnya yang ditetapkan daerah.
Demikian juga dengan pengelolaan dan penarikan retribusi daerah akan terus dioptimalkan dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan tahun anggaran 2023 ini semua jenis retribusi daerah, ditargetkan terealisasi 100 persen.
”Kita upayakan hingga akhir tahun anggaran nanti, semua retribusi daerah terealisasi 100 persen dari target yang diberikan daerah. Bahkan di beberapa jenis retribusi berpotensi melebihi dari target,” kata pejabat muda energik ini.
Dikatakan, untuk mencapai target PAD yang ditetapkan daerah. Tidak mungkin tercapai sesuai target, jika dilakukan oleh Bapenda sendiri. Karena itu, Bapenda terus berkoordinasi dengan OPD lain lingkup Pemda Sumbawa Barat. Terutama OPD yang dibebankan mengelola dan menarik pajak dan retribusi daerah. Koordinasi lintas sektoral sangat penting, dalam mengambil langkah- langkah strategis menghimpun pendapatan daerah tahun 2023.
Sebab katanya, beban terhadap realisasi PAD tahun anggaran 2023 cukup besar, harus terealisasi 100 persen dari target. Bahkan melebihi realisasi PAD tahun 2022 lalu mencapai sekitar 130 persen dari target.
Atas keberhasilan merealisasi PAD melebihi dari target tahun anggaran 2022 lalu, hingga mencapai 130 persen, diapresiasi pemerintah pusat. Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah pusat, KSB dinobatkan Kabupaten Realisasi PAD tertinggi ke dua nasional.
Dengan demikian, tugas semua OPD lingkup Pemda Sumbawa Barat mempertahankan dan bila perlu prestasi itu, tahun ini ditingkatkan kabupaten realisasi PAD tertinggi pertama nasional.
”Semoga tahun 2023, prestasi nasional atas keberhasilan merealisasikan PAD melebihi dari target, bisa ditingkatkan dari tahun 2022 lalu,” harapnya. (IM)


COMMENTS