HomePolitik

Anggota Dewan Reses, Banyak Terima Aspirasi Bidang  Fisik Sarana dan Prasarana  

Anggota Dewan Reses, Banyak Terima Aspirasi Bidang  Fisik Sarana dan Prasarana  

Masyarakat Sulit Dapat Elpiji 3 kg, Dewan PPP Minta Tambahan Kuota
Reses Bersama PGRI Moyo Hulu, Nanang Bantu Sarpras Satuan Pendidikan
Fraksi Gerindra Soroti Sejumlah Persoalan

SUMBAWA- Setelah turun lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat, seluruh anggota DPRD Sumbawa sesuai daerah pemilihan (Dapil) menyampaikan hasil reses dalam sidang paripurna yang digelar Senin (11/4/22).
 
Sidang paripurna dengan agenda penyampaian hasil reses I Tahun 2022 DPRD Sumbawa dipimpin Ketua DPRD Sumbawa Abdul Rafiq,  didampingi Wakil Ketua 1 Drs. Mohamad Ansori dan Wakil Ketua III  Nanang Nasiruddin.
 
Pada paripurna tersebut, Laporan Hasil Reses 1 Tahun 2022 dari semua Dapil disampaikan oleh Muhammad Yasin Musamma, S.AP Selaku Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kabupaten Sumbawa.
 
Disampaikan kader Demokrat tersebut, kegiatan reses dilakukan dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat. Aspirasi masyarakat merupakan harapan, tujuan dan kebutuhan masyarakat untuk mewujudkan keberhasilan pada masa yang akan datang sesuai dengan hajat hidup mereka. Baik secara individu maupun secara kelompok. Pasal 2 ayat (4) huruf d Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang mengamanatkan bahwa salah satu tujuan Sistem Perencanaan Pembangunan adalah mengoptimalkan partisipasi masyarakat, yang harus diikutsertakan dalam proses perencanaan pembangunan. Jaminan keikutsertaan masyarakat dalam penyusunan kebijakan atau perencanaan pembangunan daerah diatur juga dalam Tata Tertib DPRD tepatnya di Peraturan DPRD Kabupaten Sumbawa Nomor 1 Tahun 2019 tentang Tata Tertib DPRD Kabupaten Sumbawa sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan DPRD Kabupaten Sumbawa Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan DPRD Kabupaten Sumbawa Nomor 1 Tahun 2019 tentang Tata Tertib DPRD Kabupaten Sumbawa. 
 
Partisipasi menurutnya, menjadi arus utama dalam merepresentasikan perubahan dalam proses pembangunan di daerah. Sebab hakikat otonomi daerah diantaranya adalah semakin dekatnya proses pengambilan kebijakan dengan masyarakat dan semakin besar peluang partisipasi masyarakat di dalam perencanaan pembangunan, dan yang lebih penting lagi adalah sejauh mana masyarakat peduli dan mempunyai rasa memiliki atas kegiatan pembangunan di wilayahnya. Rasa memiliki akan terbangun ketika aspirasi yang mereka sampaikan diakomodir di dalam APBD. Dan lebih jauh lagi bukan hanya persoalan besaran persentase aspirasi masyarakat yang diakomodir, tetapi juga besaran porsi anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan pembangunan atau pelayanan publik, yang berdampak langsung pada masyarakat serta kesesuaian arah pembangunan yang bermuara pada majunya suatu daerah.
 
Sidang Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Reses Anggota DPRD merupakan corong Anggota DPRD dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Sehingga forum ini menjadi sangat penting, sebab semua masukan, dan harapan yang disampaikan masyarakat akan dituangkan dalam penyusunan Pokok-Pokok Pikiran DPRD Kabupaten Sumbawa sebagai bagian dari proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). 
 
Berdasarkan Hasil Reses I Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa di 5 (lima) Dapil, ia mengharapkan semua aspirasi masyarakat dijadikan sebagai salah satu bahan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, agar dapat ditampung dan dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. Baik pada tahun berkenaan maupun pada tahun rencana.
 
Dalam paripurna tersebut, terungkap aspirasi  yang yang diserap dari masyarakat di 5 Dapil pada bidang fisik dan sarana prasarana juga masih banyak bahkan masih mendominasi.
 
Aspirasi tersebut, meliputi, Pembangunan dan perbaikan turap/talud/bronjong penahan/pengaman tebing, pemasangan dan perbaikan jaringan PDAM, pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan, pembangunan dan peningkatan jalan usaha tani, pembangunan hotmix jalan, peningkatan dan pemeliharaan jalan, pembangunan Masjid, Mushallah dan TPQ, pemasangan paving block, pemasangan dan perbaikan lampu penerangan jalan, pembangunan dan perbaikan jembatan (termasuk jembatan limpas), pembuatan sumur bor, normalisasi sungai, pembuatan dan perbaikan drainase, saluran irigasi, cekdam, pembangunan balai pertemuan/gedung serba guna, pengadaan tanah dan pemagaran makam, dan pemagaran sekolah, serta pembangunan jalan wisata. (IM)
 
 

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: