HomePemerintahan

Giliran Kepala Sekolah dan Pengawas Dimutasi

Giliran Kepala Sekolah dan Pengawas Dimutasi

Usai Pidato, Mo Novi “Dihujani” Interupsi
SALAM GERA, Wujud Implementasi Misi Sumbawa Melayani di Kecamatan Moyo Hilir  
Ini Program Jangka Pendek Mo-Novi

SUMBAWA- Sebanyak 266 pengawas dan kepala sekolah (TK, SD dan SMP) dilantik Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Selasa (18/1) siang di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kanto Bupati setempat. Pelantikan ini berdasarkan surat keputusan (SK) Nomor 80 Tahun 2022.
 
Dalam pelantikan, Bupati didampingi Wakil Bupati Sumbawa – Dewi Noviani M.Pd dan Sekda Sumbawa – Drs. H. Hasan Basri MM.
 
Adapun Ratusan pengawas dan kepala sekolah tersebut terdiri dari 3 Kepala Sekolah TK, 187 Kepala Sekolah SD, dan 34 Kepala Sekolah SMP. Kemudian 7 Pengawas TK, 29 Pengawas SD, dan 6 Pengawas SMP.
 
Bupati Sumbawa – Drs H. Mahmud Abdullah dalam sambutannya menyampaikan, reposisi atau mutasi yang dilakukan menyasar para kepala sekolah dan pengawas sekolah, yang memang sudah cukup lama direncanakan. Mengingat cukup banyak formasi kepala sekolah yang lowong, baik karena adanya kepala sekolah yang memasuki masa purna tugas maupun karena adanya kepala sekolah yang hijrah menjadi pengawas.
 
“Tidak heran jika jumlah kepala sekolah dan pengawas sekolah yang dilantik dan diambil sumpahnya kali ini jumlahnya relatif besar, total sejumlah 266 orang,” ujarnya.
 
Diakuinya, setiap mutasi seperti ini, seringkali berkembang berbagai opini bahkan spekulasi baik sebelum maupun setelah digelar mutasi. Untuk itu, Bupati berharap pola pikir mestinya diarahkan secara positif, bahwa mutasi adalah merupakan  salah satu ikhtiar untuk melakukan penyegaran dalam tata laksana organisasi.
 
“Mutasi adalah merupakan kebutuhan organisasi, dan ini adalah cara sehat dan absah atau legal untuk mengakselerasi kinerja aparatur khususnya kepala sekolah dan pengawas sekolah. Karena itu, memindahkan seseorang dari tempat yang satu ke tempat yang lain bukan semata-mata karena yang bersangkutan kurang baik, melainkan lebih dominan pada pertimbangan kebutuhan organisasi dan penyegaran dalam rangka peningkatan karier,” tegas Bupati.
 
Bupati menekankan, mutasi sama sekali tidak dihajatkan untuk memuaskan segelintir orang. Melainkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan organisasi, kebutuhan riil sekolah.
 
“Jika setelah mutasi kemudian ada pihak yang merasa cocok, tidak cocok, pantas, kurang pantas, puas, kurang puas, hal itu merupakan hal yang biasa, normal dan lumrah yang tentu saja tidak perlu dipermasalahkan. Karena memang naluri manusia senantiasa mengharapkan sesuatu yang nyaman dan cenderung berpihak pada aspek dan pertimbangan yang menguntungkan dirinya. Ingat, bahwa cermin sejatinya ada pada orang lain, karena itu posisi atau jabatan bukanlah sesuatu yang bisa dipilih-pilih sesuai dengan selera masing-masing yang sifatnya sangat subyektif,” tandasnya.
 
Terhadap kepala sekolah dan pengawas sekolah yang dilantik, Bupati meminta untuk mengingat tantangan yang dihadapi di dunia pendidikan saat ini sangat kompleks dan semakin canggih maka setiap kepala sekolah maupun pengawas agar senantiasa meningkatkan kemampuannya. Kemudian menjaga dan pelihara dengan sebaik-baiknya marwah dan nama baik kemuliaan profesi guru. Termasuk Baca, pelajari, dan laksanakan semua peraturan perundang-undangan dengan baik, khusus terkait dengan pendidikan karakter agar benar-benar menjadi perhatian untuk dilaksanakan dengan konsisten dan dengan penuh tanggung jawab.
 
“Didiklah siswa kita agar menjadi insan yang beriman dan bertakwa, jujur, amanah dan berakhlak mulia. Karena dengan modal itulah mereka akan mampu berkompetisi dengan baik,” pungkasnya. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: