HomeSumbawa

KUR Solusi Terhindar dari Rentenir

KUR Solusi Terhindar dari Rentenir

Sumbawa Disurati Kemensos
Undian Simpedes BRI, Nasabah BRI Unit Taliwang Dapat Mobil
BRI Bank Terbaik, di Sumbawa Penyaluran KUR Hampir Rp 1 Triliun

SUMBAWA— Bagi petani, musim tanam seperti sekarang ini adalah musim yang krusial. Banyak yang harus disiapkan. Agar nantinya saat musim panen hasilnya maksimal. Untuk bisa mempersiapkan bibit yang berkualitas, pestisida hingga pupuk, petani membutuhkan modal. Ada banyak cara untuk bisa dapat modal. Salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Di wilayah Kecamatan Empang dan Tarano, petani, peternak, nelayan dan pelaku UMKM lainnya benar-benar menjadikan KUR ini solusi. Daripada harus berhutang pada rentenir dan sejenisnya.

“Dulu ketika tiba waktu panen, hasilnya hampir tidak cukup untuk bayar hutang pada rentenir dan sejenisnya. Tapi kini tidak lagi. KUR hadir memberikan solusi,” tutur Idhamsyah HS, Ketua Kelompok Tani Lenang Rea 2, Desa Gapit, Kecamatan Empang.

Petani yang sudah menjadi nasabah BRI sejak 2008 lalu itu mengaku dengan mendapat kucuran dana KUR, perlahan tapi pasti terbebas dari jeratan rentenir. Selain proses pinjaman yang mudah, pelayanan yang ramah, juga bunganya sangat kecil bahkan nyaris 0%.

Awalnya dia meminjam KUR tidak terlalu besar hanya Rp 3 juta. Ini digunakan untuk membeli bibit dan pupuk di lahan yang tidak terlalu besar. Hasilnya lumayan. Selain untuk melunasi pinjaman KUR, sisanya sebagian bisa disisipkan untuk membayar hutang sebelumnya sebelum ambil KUR.

Tahun berikutnya, Idham kembali mengajuka pinjaman KUR dengan tambahan menjadi Rp 5 juta. Setiap tahunnya besar pinjaman terus bertambah, hingga pinjaman KUR sudah mencapai Rp 50 juta.

“Modal usaha dari pinjaman KUR ini benar-benar telah merubah hidup saya,” akunya.

Bayangkan, selain mengelola dan dapat memperluas lahan pertanian, kini dia telah memiliki rumah dan usaha ternak. Semua ini berkat KUR.

Keadaan ini tidak hanya dirasakannya selaku ketua kelompok, tapi juga anggotanya. Anggota kelompok difasilitasi untuk mendapatkan modal usaha dari program KUR ini. Apalagi kondisi di masa pandemi Covid-19, keberadaan program KUR sangat membantu.

“Banyak anggota kami yang sudah mengembangkan usahanya, dari pertanian kini terintegrasi peternakan,” ujarnya. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: