HomeEkbis

Dewan Apresiasi Penyaluran KUR BRI

Dewan Apresiasi Penyaluran KUR BRI

KUR Solusi Terhindar dari Rentenir
Jangan Sembarangan Bawa Nama Petani
Ucapan Selamat Pelantikan dari BRI Cabang Sumbawa

SUMBAWA- Penyaluran KUR melalui BRI Unit Empang di wilayah Empang-Tarano mendapat apresiasi banyak pihak. Bukan hanya dari para petani, peternak, nelayan dan pelaku UMKM lainnya. Apresiasi juga datang dari pihak DPRD.

Apresiasi besar kepada pihak BRI bukannya tanpa alasan. Di Unit Empang misalnya, penyaluran KURnya cukup fantastis. Dalam tahun 2021 ini, penyaluran lnya mencapai angka Rp 100 miliar lebih.

“Bis kita bayangkan, ada 100 miliar lebih uang yang beredar dari masyarakat dalan tahun ini dari KUR saja. Tentu ini sangat membantu masyarakat. Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini,” kata anggota DPRD Sumbawa dari Fraksi PPP, M. Nur, S.Pdi kepada wartawan Selasa (28/12).

Menurut politisi senior asal Empang ini, setiap program yang bisa berdampak langsung bagi masyarakat wajib didukung. Jangan justru ada upaya untuk merecokinya hanya karena adanya kepentingan pribadi atau kelompok.

Mewakili ribuan konstituennya di wilayah Empang-Tarano, Naro, akrab politisi ini disapa menyampaikan terimakasih kepada pihak BRI. Karena selama ini selalu berada di tengah masyarakat memberi solusi. Khususnya dalam membantu modal usaha.

“Terimakasih BRI,” katanya.

Disinggung mengenai pencairan bertahap khusus untuk nasabah pertanian karena menyesuaikan dengan musim penggunaannya, Nero menilai, hal itu tidak masalah.
Mantan bankir itu justru menggap itu bagian dari proteksi sekaligus upaya pihak bank mendidik para petani. Karena hal itu secara tidak langsung mengajarkan petani dalam mengelolah modal usaha sesuai dengan peruntukannya.

“Apalagi secara aturan juga tidak ada masalah. Jadi saya rasa itu justru sangat bagus,” tambahnya.

Menanggapi adanya isu pihak bank mengintervensi dan mengarahkan petani untuk membeli kebutuhan pertaniannya di pengusaha tertentu, menurut Nero hingga saat ini di Empang-Tarano dia belum pernah mendengarnya. Apalagi sampai ada petani yang mengadu.

“Saya ini tinggal di Empang, sampai saat ini saya belum dengar ada praktik seperti itu di Empang – Tarano. Saya setiap hari juga bergaul dengan pengusaha di Empang-Tarano, tidak ada saya dengar hal seperti ini. Dan biasanya, kalau ada masalah, masyarakat juga datang ke kami sebagai wakilnya. Sampai sekarang tidak ada,” kata Nero. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0