HomePemerintahan

Pohon Tumbang Ganggu Saluran Irigasi di Sumbawa

Pohon Tumbang Ganggu Saluran Irigasi di Sumbawa

Pererat Silaturahmi, Waka Ansori Adakan Buka Bersama di Rumah Warga
Angka Covid Membaik, Sekda Sumbawa Ingatkan Jangan Abai Prokes
Hutan Kenali Lenangguar Digarap, Ancaman Longsor di Depan Mata

SUMBAWA – Sejumlah persoalan kerap menjadi gangguan pada saluran irigasi di Daerah Irigasi (DI) Batu Bulan dan Mamak. Selain sedimentasi dan adanya praktek pelompong liar, juga terdapat banyak pohon tumbang yang menimpa saluran.

Demikian diungkapkan Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pulau Sumbawa, Med Manjarungi, S.T.,M.T, Senin (18/1/21) kepada wartawan. Dikatakan, saat ini pihaknya sudah membersihkan 20 pohon tumbang di jaringan irigasi kedua bendungan tersebut.

“Sudah 20 pohon kita chainsow. Karena dia jatuh di jaringan dan menghambat aliran air,” ujarnya.

Menurut Med, pembersihan pohon tumbang ini sangatlah berat. Tetapi untuk memperlancar aliran air, tim di lapangan tetap sigap membersihkan.

“Pohon tumbang ini harus menjadi tanggung jawab bersama sebenarnya. Tapi karena jatuh di dalam saluran jaringan irigasi, otomatis karena kita tidak mau air terhambat kita menangani,” terangnya.

Ke depannya, pihaknya berencana melakukan pertemuan dengan instansi terkait, camat dan TNI/Polri terkait pembersihan pohon tumbang nantinya. Karena dalam penanganan hal tersebut dilakukan secara bersama. Mengacu kepada Permen PUPR Nomor 14 Tahun 2015 tentang kriteria dan daerah status irigasi. Dalam pasal 5, jelas disebutkan bahwa pengembangan pengeloaan sumber daya air kewenangan pusat, provinsi atau kabupaten, menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat. Dengan catatan harus memperhatikan atau mengutamakan kepentingan petani.

“Maksud pasal 5 yang saya tangkap, tidak hanya Balai PSDA saja yang harus terkait kelangsungan daerah irigasi. Misanya ada pohon tumbang ini berarti semua unsur masyarakat baik OPD terkait, maupun pihak ketiga yang mau nyumbang bisa terlibat langsung, karena ditekankan yang penting mengutamakan kepentingan petani dan mensukseskan musim tanam. Saya sudah konsultasi dengan camat Lape, Lopok dan Moyo Hilir, mereka sudah sepakat. Tinggal dari OPD terkait nanti. Nanti secara bersama-sama mencari jalan keluar supaya setiap ada bencana dari alam seperti ini bisa bersama-sama turun tangan untuk mengatasi,” tukasnya. (IM)

Spread the love

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: