HomePendidikan

SMKN Ini  Disegel Wali Murid

SMKN Ini  Disegel Wali Murid

47 Siswa Datang dari Jateng Dipantau
Edukasi Pencegahan, Dispussip Sasar Belasan Kecamatan

SUMBAWA- SMKN 1 Lopok, disegel oleh sejumlah wali murid sekolah setempat, Senin (8/6) pagi. Hal ini dipicu karena sejumlah siswa sekolah setempat, belum kembali dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Menurut informasi, sebanyak enam orang siswa sekolah tersebut sudah sembilan bulan belum pulang. Mereka melaksanakan PKL dengan jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) Kemaritiman dari bali menuju Merauke, Papua. Orang tua murid dan keluarganya yang tidak puas dengan kinerja pihak sekolah, akhirnya melakukan penyegelan.

Untuk menenangkan massa, Kapolsek Lape, AKP. I Made Surana, Danramil Lape-Lopok, Kapten Inf. Amdatullah dan Kepala UPT Dikbud Sumbawa, Fahrizal, M.Pd turun langsung untuk menenangkan massa. Mereka kemudian melakukan pertemuan dengan para wali murid dan keluarganya. Pertemuan itu juga dihadiri Kepala SMKN 1 Lopok, Jayadi, M.Pd dan Ketua Komite, Malanuang.

Kapolsek Lape, AKP. I Made Surana yang dikonfirmasi mengatakan, para siswa itu melaksanakan PKL Kemaritiman di KM Bandar nelayan 2018. Kapal tersebut milik CV. Sudiwa Utama. Kapal itu melakukan penangkapan ikan dari Bali sampai Merauke, Papua. Para siswa ini diberangkatkan pada 7 Oktober 2019 melalui Benoa, Bali. Namun, hingga sembilan bulan lamanya, para siswa ini tidak pulang. Seharusnya, jadwal PKL mereka berakhir pada 7 April 2020.

Surana, akrab perwira ini mengungkapkan, menurut keterangan dari pihak sekolah, mereka telah berkomunikasi dengan pihak perusahaan. Dimana diketahui bahwa keenam siswa tersebut sudah dalam perjalanan pulang. Terakhir diketahui mereka berada di wilayah perairan Sumba, NTT. Namun, karena cuaca yang ekstrim, sampai saat ini belum dapat berkomunikasi dengan kapal yang membawa siswa tersebut.

Menurut pihak sekolah, sudah mengirim perwakilan guru untuk melakukan penjemputan ke kantor perusahaan itu di Benoa. Sekaligus untuk dapat berkomunikasi secara intens dengan pihak perusahaan. Untuk memastikan kapan kepulangan ke enam siswa tersebut.

Sementara menurut keterangan dari perwakilan orang tua murid, bahwa pihak sekolah terkesan tidak bertanggung jawab. Hal ini dinilai dari kurangnya informasi terkait keberadaan terakhir para siswa ini. Berdasarkan hal tersebut pihak keluarga sudah meminta Komite SMKN 1 Lopok untuk memfasilitasi kepulangan para siswa tersebut.

Karena itu, pihak keluarga melakukan peyegelan. Hingga kepulangan siswa PKL tersebut. “Setelah diberikan pemahaman, akhirnya segel sekolah dibuka oleh para wali murid,” ujar Surana.

Berdasarkan keputusan bersama antara pihak sekolah dengan keluarga siswa, akan dilakukan pertemuan lanjutan pada Senin malam. Guna membahas mengenai kepulangan para siswa itu. (im)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: